Progres Trase Baru Jalan Batutulis Tembus 22 Persen, Pemkot Bogor Kejar Target Rampung Oktober 2026

0
14

Pewarta : Red

Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor memastikan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 22 persen, dengan pelaksanaan pekerjaan tetap dipacu meski terkendala cuaca.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan kondisi progres pembangunan saat ini berada di atas target atau mengalami surplus positif. Untuk mempercepat pekerjaan, kontraktor menambah alat berat dan armada truk pengangkut material dalam beberapa hari terakhir.

“Cuaca memang menjadi tantangan di lapangan. Namun, sebagai langkah percepatan, alat berat dan truk pengangkut tanah telah ditambah agar target penyelesaian dapat tercapai,” ujar Jenal usai meninjau lokasi proyek, Jumat.

Berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB), proyek tersebut dijadwalkan selesai pada November 2026. Meski demikian, Pemkot Bogor menargetkan pembangunan dapat rampung lebih cepat, yakni pada Oktober 2026, sehingga jalan baru tersebut bisa segera difungsikan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di kawasan Batutulis.

Di sisi lain, perbaikan turap milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih memasuki tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Pemerintah Kota Bogor optimistis pekerjaan turap dan pembangunan trase baru dapat berjalan secara paralel hingga selesai dalam waktu yang bersamaan.

Menurut Jenal, hasil koordinasi terakhir antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan PT KAI menunjukkan penyusunan DED ditargetkan selesai pekan ini sebelum dipaparkan kepada Pemerintah Kota Bogor sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.

Pembangunan trase baru juga masih menyisakan proses pembebasan dua bidang lahan di bagian hilir proyek. Pemilik lahan disebut telah mengosongkan rumah dan menempati hunian sementara sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan.

Pemkot Bogor berencana mengalokasikan anggaran pembebasan lahan tersebut melalui APBD Perubahan Tahun 2026. Jenal menegaskan langkah tersebut murni dilakukan demi aspek keselamatan pekerjaan dan tidak akan mengubah desain maupun lebar jalan yang telah direncanakan.

“Pembebasan dilakukan karena posisi lahan sangat berhimpitan dengan area konstruksi. Ini untuk menjamin keselamatan pekerjaan, bukan untuk mengubah volume ataupun lebar jalan,” tegasnya.

Selain pembangunan badan jalan, Pemkot Bogor juga memberikan perhatian khusus terhadap penataan sistem drainase di kawasan proyek. Penyempitan saluran air eksisting akan diatasi dengan membagi aliran ke dua jalur, yakni satu mengalir lurus di bawah rel kereta api dan satu lagi diarahkan melalui bawah turap atau underpass milik PT KAI.

Jenal turut mengingatkan kontraktor agar menjaga kebersihan area proyek, terutama membersihkan sisa material dan tanah yang tercecer di badan jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun memicu kemacetan.

Pembersihan dilakukan setiap sore menggunakan kendaraan penyemprot bertekanan tinggi (steam) sesuai standar operasional prosedur (SOP), sehingga aktivitas proyek tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas masyarakat.

Jika diinginkan, saya juga dapat Buatkan versi yang lebih bergaya investigatif, straight news, atau SEO-friendly untuk media online.