Pemkab Bogor Siapkan Kereta Gantung Puncak, Solusi Atasi Macet Wisata Tanpa Bebani APBD

0
8

Pewarta : Red

Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mematangkan rencana pembangunan Kereta Gantung Puncak sebagai solusi transportasi modern untuk mengurai kemacetan kronis di jalur wisata Puncak. Jalur tersebut dirancang menghubungkan kawasan Summarecon Gadog dengan Rest Area Gunung Mas, sehingga wisatawan dapat menikmati perjalanan menuju Puncak tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan darat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, proyek strategis tersebut saat ini masih berada pada tahap studi kelayakan (feasibility study). Pemkab Bogor juga terus menjalin komunikasi dengan sejumlah investor untuk memastikan proyek dapat direalisasikan melalui skema investasi.

“Ada konsep kereta gantung, lalu ada konsep KRL dan lain sebagainya. Tetapi harus objektif bahwa itu membutuhkan pembiayaan yang cukup besar,” ujar Rudy.

Ia menegaskan pembangunan kereta gantung tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor. Dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah, proyek tersebut akan mengandalkan dukungan investor dan sumber pembiayaan di luar APBD.

Saat ini, pemerintah daerah memfokuskan penyusunan kajian teknis, ekonomi, dan kelayakan investasi agar proyek dapat dijalankan secara realistis, berkelanjutan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam konsep yang tengah disiapkan, wisatawan nantinya diarahkan memarkir kendaraan di shelter bawah yang berlokasi di kawasan Summarecon Gadog. Selanjutnya, perjalanan menuju kawasan Puncak akan dilanjutkan menggunakan kereta gantung hingga shelter atas di Rest Area Gunung Mas.

Konsep park and ride tersebut diharapkan mampu memangkas jumlah kendaraan pribadi yang selama ini menjadi penyebab utama kepadatan lalu lintas di Jalur Puncak, terutama saat akhir pekan, musim liburan, dan hari besar nasional.

Selama bertahun-tahun, kawasan Puncak menjadi salah satu destinasi wisata dengan tingkat kemacetan tertinggi di Jawa Barat. Ketergantungan pada jalur jalan raya membuat antrean kendaraan hampir selalu terjadi ketika volume wisatawan meningkat.

Melalui proyek ini, Pemkab Bogor berharap tersedia moda transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat daya tarik sektor pariwisata daerah.

Selain meningkatkan mobilitas wisatawan, pembangunan kereta gantung juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan melalui meningkatnya kunjungan wisata, investasi, serta aktivitas usaha masyarakat di sekitar jalur wisata Puncak.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga terus membahas pengembangan transportasi berbasis rel bersama Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Beberapa rencana yang sedang dikaji meliputi pengembangan jalur Jasinga–Tenjo dan Parung Panjang–Jasinga guna memperkuat konektivitas transportasi di Kabupaten Bogor.

Pemerintah berharap seluruh proyek transportasi tersebut dapat saling terintegrasi dalam satu sistem mobilitas modern yang mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kabupaten Bogor.

Meski masih berada pada tahap studi kelayakan, Pemkab Bogor menegaskan seluruh proses perencanaan akan dilakukan secara cermat agar proyek Kereta Gantung Puncak benar-benar menjadi solusi transportasi yang efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun wisatawan.