Pewarta : Ida
Kota Bandung – Persib Bandung mengawali kiprahnya di Super League 2026 – 2027 dengan menghadapi PSM Makassar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (6/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Laga pembuka tersebut menjadi ujian awal bagi kedua tim sekaligus kesempatan untuk mengamankan modal penting sebelum menjalani persaingan panjang musim 2026 – 2027.
Persib datang dengan modal lebih meyakinkan. Dalam lima pertemuan terakhir, Maung Bandung belum terkalahkan dengan catatan empat kemenangan dan satu hasil imbang atas PSM Makassar.
Tren performa terkini juga berpihak kepada Persib. Tim asal Bandung itu mengantongi empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir. Sebaliknya, PSM datang dengan rapor buruk setelah menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhir.
Meski demikian, pelatih PSM Makassar Darije Kalezic menegaskan timnya tidak ingin terjebak oleh statistik masa lalu. Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu memilih fokus pada proses persiapan yang telah dijalani selama tujuh pekan.
“Selama tujuh minggu terakhir, kami mempersiapkan bagaimana cara bermain, bukan hanya untuk menghadapi Persib, tetapi juga menghadapi semua tim,” ujar Kalezic.
Menurutnya, PSM ingin mempertahankan identitas permainan yang telah dibangun tanpa terpengaruh status sebagai tim tuan rumah maupun tamu.
“Tidak penting apakah kami bermain di kandang atau tandang. Kami ingin gaya bermain yang kami bangun bisa terlihat dalam setiap pertandingan,” katanya.
Kalezic juga telah mempelajari permainan Persib di bawah pelatih Igor Tolic. Sejumlah pertandingan pramusim, termasuk Piala Presiden dan Dewata Challenge Series di Bali, menjadi bahan analisis PSM.
Kekuatan sejumlah pemain anyar Persib, termasuk Gabriel Mutombo dan Balsa Sekulic, turut menjadi perhatian Kalezic.
“Tentu saja, kami harus memperhatikan kekuatan utama Persib Bandung dan berusaha menghilangkan atau meredam kekuatan tersebut. Hal yang sama juga kami lakukan terhadap setiap lawan,” ujarnya.
Kalezic menegaskan PSM tidak hanya akan berupaya meredam Persib, tetapi juga ingin mengembalikan karakter permainan tim sesuai harapan para pendukung.
“Kami ingin mengombinasikan hal tersebut dengan karakter yang ingin kami kembalikan ke level yang diharapkan para suporter untuk mereka lihat di setiap pertandingan,” ucapnya.
Di kubu Persib, Igor Tolic juga memastikan timnya telah memetakan kekuatan PSM yang kembali berada di bawah kendali Kalezic.
Tolic menilai PSM memiliki identitas permainan yang jelas sehingga Persib harus mampu mengantisipasi pola permainan lawannya sejak awal pertandingan.
“Kami tahu bagaimana cara mereka bermain. Saya pikir mereka memiliki gaya permainan yang jelas,” kata Tolic.
Dengan keunggulan statistik dan performa yang lebih konsisten, Persib memang berada di atas angin. Namun, laga pembuka tetap menjadi ujian tersendiri bagi Maung Bandung, terlebih PSM datang dengan tekad membangun kembali identitas permainan di bawah Kalezic.
Pertarungan di GBLA pun menjadi momentum bagi kedua tim untuk membuktikan kesiapan mereka menghadapi kerasnya persaingan Super League 2026 – 2027.













