Ragam

Hujan Mulai Guyur Bandung Raya, BMKG Tegaskan Kemarau Masih Berlangsung

adminsigiku.com
×

Hujan Mulai Guyur Bandung Raya, BMKG Tegaskan Kemarau Masih Berlangsung

Sebarkan artikel ini

Foto Ilustrasi : Hujan

Pewarta : Ida

Kota Bandung — Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Bandung Raya sepanjang akhir September 2026. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung menegaskan kawasan aglomerasi tersebut masih berada dalam periode musim kemarau.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan hujan yang terjadi belum menandai berakhirnya musim kemarau. Berdasarkan data September 2026, kondisi atmosfer Bandung Raya masih menunjukkan karakteristik musim kering.

Suhu maksimum absolut tercatat 34 derajat Celsius, sedangkan suhu minimum absolut mencapai 17,4 derajat Celsius. Adapun suhu rata – rata berada di angka 25,1 derajat Celsius.

“Data suhu maksimum absolut yang tercatat 34,0 derajat Celsius dan suhu minimum absolut yang tercatat 17,4 derajat Celsius. Adapun suhu rata – rata yang tercatat 25,1 derajat Celsius,” ujar Suaidi, Kamis (1/10/2026).

Sepanjang September, kelembapan udara rata – rata Bandung Raya tercatat 68 persen. Kecepatan angin rata-rata sekitar 3 kilometer per jam dengan kecepatan maksimum 15 kilometer per jam.

Sementara itu, tekanan udara rata – rata tercatat 926,9 milibar. Curah hujan selama September mencapai 44,4 milimeter, dengan tujuh hari hujan.

Hujan Lokal Masih Berpotensi

Suaidi mengakui hujan tetap berpotensi terjadi meski Bandung Raya masih berada dalam periode kemarau.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat muncul secara lokal dan berpotensi disertai kilat, petir, maupun angin kencang.

“Meskipun musim kemarau masih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal,” katanya.

Karena itu, BMKG meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem hanya karena wilayah Bandung Raya secara umum masih berada dalam musim kemarau.

Pemda Diminta Siaga

BMKG juga meminta pemerintah daerah di Bandung Raya meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca yang dapat berubah secara cepat.

“Masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi genangan, longsoran material, dan sambaran petir yang berpotensi mengikuti,” ujar Suaidi.

Catatan hujan menunjukkan sejumlah wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung telah mengalami hujan pada periode 20 – 30 September 2026. Pada 1 Oktober 2026 sekitar pukul 13.56 WIB, kondisi Kota Bandung terpantau mendung tanpa hujan.

Di sisi lain, BMKG sebelumnya memprakirakan puncak musim kemarau terjadi pada September hingga Oktober 2026. Hujan diprediksi mulai meningkat secara bertahap memasuki November.

Suaidi sebelumnya menyebut fenomena El Nino turut memengaruhi kondisi kemarau tahun ini. Menurutnya, intensitas El Nino berada pada level kuat dan berkontribusi terhadap kondisi kering di sejumlah wilayah.

“Tingkat puncaknya (kemarau) ini di awal September dan Oktober nanti. Ini posisi di mana kering – keringnya. Selanjutnya, insyaallah hasil prediksi BMKG pada bulan November kita sudah mulai turun hujan sedikit demi sedikit,” ujar Suaidi pada 27 Agustus 2026.

Warga Diminta Tak Bakar Lahan

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah agar memperhatikan ketersediaan air bersih di tengah kondisi kemarau.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan pertanian karena dapat memperburuk kondisi udara dan meningkatkan risiko kebakaran lahan.

“Untuk masyarakat, dimohon untuk tidak membakar lahan pertanian sehingga tidak memperparah kabut asap yang ada di Indonesia saat ini. Kemarin saya melihat di dekat Tol Cisumdawu juga ada jejak – jejak pembakaran lahan. Jadi mohon hal itu tidak dilakukan,” kata Suaidi.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah tetap melakukan mitigasi, terutama terhadap kekeringan, keterbatasan air bersih, kebakaran lahan, serta potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara lokal.