Ragam

Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026, Pemkot Sukabumi Paparkan Dua Inovasi Layanan

adminsigiku.com
×

Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026, Pemkot Sukabumi Paparkan Dua Inovasi Layanan

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Fadhel

Kota Sukabumi – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Kota Sukabumi, Kamis (15/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi memaparkan capaian keterbukaan informasi publik sekaligus memperkenalkan 2 (dua) inovasi pelayanan, yakni LASMINI dari RSUD R. Syamsudin, S.H., dan Tanya Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Kegiatan itu dihadiri Husno dari Tim Monev Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, kepala perangkat daerah, para camat, serta direktur rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kota Sukabumi.

Bobby mengatakan, keterbukaan informasi publik merupakan hak masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah, bukan sekadar kewajiban administratif. Menurutnya, transparansi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Ia berharap kegiatan Monev menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Pemkot Sukabumi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.

Berdasarkan hasil penilaian yang disampaikan Pemkot Sukabumi, kota tersebut konsisten berada dalam kategori informatif sejak 2023. Nilai keterbukaan informasi publik tercatat sebesar 90,96 pada 2023, meningkat menjadi 94,38 pada 2024, kemudian mencapai 90,04 pada 2025.

Untuk mendukung peningkatan pelayanan, Pemkot Sukabumi terus memperkuat kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) serta mengembangkan layanan informasi yang mudah, cepat, transparan, dan akuntabel.

Dua inovasi yang dipresentasikan dalam Monev tahun ini memiliki sasaran pelayanan berbeda. LASMINI atau Layanan Informasi Pasien ICU Terkini dikembangkan RSUD R. Syamsudin, S.H., untuk memudahkan keluarga memperoleh informasi perkembangan kondisi pasien di ruang ICU.

Sementara itu, layanan Tanya Pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah ditujukan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dan pengetahuan melalui layanan perpustakaan.

Bobby berharap proses monitoring dan evaluasi Komisi Informasi Jawa Barat dapat memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan informasi publik di Kota Sukabumi.

Pemkot Sukabumi menyatakan akan terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi digital guna memperluas akses informasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.