Pewarta : Ayi Suherman
Kabupaten Sukabumi – Kebakaran hutan terjadi di lereng Pegunungan Dulang, Kampung Cisaat, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026) malam. Petugas pemadam kebakaran disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan api merembet ke permukiman warga.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi, Erwin, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan, laporan diterima petugas pada pukul 21.32 WIB dan tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.57 WIB.
“Lokasi titik api berada di atas tebing dengan akses yang sulit dijangkau. Kami melakukan pemantauan dan penjagaan untuk mengantisipasi jika api turun ke permukiman,” kata Erwin saat dihubungi, Minggu (18/10/2026).
Menurut Erwin, titik kebakaran berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga terdekat. Medan yang terjal dan sulit diakses membuat petugas belum dapat melakukan pemadaman langsung di titik api.
Petugas Damkar pun melakukan pemantauan dari area yang memungkinkan untuk memastikan api tidak meluas ke kawasan permukiman.
Erwin mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam pendalaman. Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan, terutama yang melibatkan penggunaan api.
Menurutnya, kebakaran hutan dapat dipicu oleh kelalaian manusia, seperti penggunaan api untuk mengusir lebah saat mengambil madu, maupun aktivitas lain yang meninggalkan bara api. Kondisi angin juga berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Kalau menggunakan api di hutan, harus benar-benar dipastikan padam sebelum ditinggalkan. Jangan sampai bara api merembet karena angin dan memicu kebakaran,” ujarnya.
Hingga Minggu, petugas masih melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi titik api dan mengetahui apakah kebakaran telah benar-benar padam.
Damkar Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan di kawasan hutan serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat titik api, terutama yang berpotensi mendekati permukiman warga.













