Ragam

Stop Bakar Sampah ! DLHK Depok Ingatkan Asapnya Bikin Sesak, Apinya Bisa Bakar Rumah

adminsigiku.com
×

Stop Bakar Sampah ! DLHK Depok Ingatkan Asapnya Bikin Sesak, Apinya Bisa Bakar Rumah

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Anis.

Kota Depok – Niat hati ingin bersih-bersih halaman, caranya malah dengan membakar sampah. Hati-hati, kebiasaan lama yang masih sering dilakukan warga ini ternyata bahayanya berlapis-lapis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, memberi peringatan keras. Membakar sampah, baik itu plastik maupun daun kering, bukan solusi. Itu justru awal dari masalah baru.

“Asap dari pembakaran sampah itu menghasilkan zat pencemar yang menurunkan kualitas udara dan ikut menyumbang perubahan iklim,” ungkap Reni kepada wartawan, Jum’at (16/10/2026).

Dampak kesehatannya langsung terasa. Asap pekat dari pembakaran bisa menyebabkan batuk-batuk, iritasi mata dan tenggorokan, hingga gangguan pernapasan serius. Dan yang menghirup bukan hanya yang membakar, tapi juga tetangga di sekitarnya yang ikut jadi korban.

Tak hanya soal asap, risiko apinya pun tak kalah menyeramkan.

“Api pembakaran juga berisiko merambat dan menimbulkan kebakaran, terutama saat cuaca kering atau panas seperti sekarang,” tegasnya.

Karena itu, Reni mengimbau warga Depok untuk total berhenti membakar sampah secara terbuka.

Lalu, sampahnya diapakan ?

DLHK Depok mendorong warga untuk mulai mengelola sampah dari rumah. Caranya gampang:

1. Kurangi: Stop pakai barang sekali pakai.
2. Pilah: Pisahkan sampah sesuai jenisnya.
3. Olah: Sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering, jangan dibakar, tapi jadikan kompos yang justru bermanfaat.

Sementara untuk sampah residu yang tidak bisa diolah, warga bisa memanfaatkan layanan pengangkutan sampah yang sudah tersedia. Jika ada kendala penjemputan, jangan dibakar, tapi koordinasikan dengan RT/RW, kelurahan, atau langsung ke pengawas kebersihan kecamatan (korcam) setempat.

“Semoga masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dengan menerapkan pengelolaan sampah dan menghindari pembakaran secara terbuka,” harap Reni.

“Jangan sampai upaya membersihkan halaman justru mencemari udara yang kita hirup bersama. Mari jaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman,” tutupnya.