Ragam

Disdikpora Cianjur Gencarkan Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah

adminsigiku.com
×

Disdikpora Cianjur Gencarkan Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Arief

Kabupaten Cianjur – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menggencarkan upaya pencegahan kenakalan remaja dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Program tersebut menyasar satuan pendidikan mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA melalui sosialisasi, edukasi, dan penguatan pembinaan karakter siswa.

Dalam pelaksanaannya, Disdikpora Cianjur berkolaborasi dengan Yayasan Istri Binangkit serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur.

Plt. Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekolah mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

“Terkait kenakalan remaja, kita sudah bekerja sama dengan Yayasan Istri Binangkit dan DPPKBP3A. Saat ini kita sedang melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan tindakan kekerasan di seluruh satuan pendidikan,” ujar Ipan, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, kegiatan sosialisasi dan pendampingan melibatkan kepala sekolah, guru, serta siswa. Materi disampaikan oleh narasumber dari Yayasan Istri Binangkit dan DPPKBP3A, dengan pembahasan berbagai persoalan yang berpotensi muncul di kalangan remaja.

Materi tersebut mencakup pencegahan kekerasan seksual, perkelahian antarpelajar atau tawuran, serta isu lain yang berkaitan dengan kehidupan dan perilaku remaja.

Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan tidak hanya memahami langkah pencegahan, tetapi juga mengetahui prosedur penanganan apabila terjadi kasus kekerasan maupun permasalahan perilaku siswa.

Ipan menegaskan, sekolah perlu mengambil langkah yang tepat dengan mengutamakan pendampingan sesuai kebutuhan anak. Jika persoalan membutuhkan penanganan khusus, pihak sekolah dapat melibatkan tenaga profesional, termasuk psikolog.

“Diharapkan sekolah memiliki pengetahuan untuk tindakan preventif. Namun, jika memang sudah terjadi, sekolah tahu harus bertindak seperti apa. Yang pasti, jika terjadi kasus, kita cenderung meminta bantuan kepada para ahli, seperti psikolog yang ada di Yayasan Istri Binangkit dan DPPKBP3A,” jelasnya.

Selain sosialisasi, Disdikpora Cianjur juga mendorong optimalisasi peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang telah dibentuk di setiap sekolah.

Tim tersebut melibatkan berbagai unsur internal sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bagian kesiswaan, pembina OSIS, guru Bimbingan dan Konseling (BK), wali kelas, hingga guru mata pelajaran.

Menurut Ipan, keterlibatan seluruh unsur tersebut penting untuk membangun koordinasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak dini.

“Semua unsur ini harus bersinergi bersama-sama. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pendidikan karakter sejak dini, sehingga sekolah siap melakukan langkah antisipasi,” tegasnya.

Ia berharap, pendampingan berkelanjutan dari para ahli dapat membantu sekolah menangani permasalahan siswa secara tepat, baik melalui konseling, pendampingan psikologis, maupun pembinaan sesuai kebutuhan.

Dengan langkah tersebut, setiap indikasi pelanggaran dan tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan diharapkan dapat ditangani secara tepat serta mencegah kejadian serupa terulang.

“Ketika terjadi indikasi atau tindakan, sekolah tahu penanganan yang tepat, baik dalam bentuk pendampingan maupun proses pembinaan kepada anak, agar tindakan tersebut tidak kembali terulang,” pungkasnya.