Ragam

Peringati Dua Tahun Prabowo – Gibran, 16 Aliansi Gelar Aksi di Bandung

adminsigiku.com
×

Peringati Dua Tahun Prabowo – Gibran, 16 Aliansi Gelar Aksi di Bandung

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Massa gabungan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Aksi yang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka tersebut membawa empat tuntutan utama terkait agraria, ekonomi, anggaran negara, serta kebebasan demokrasi.

Koordinator lapangan dari Setia Rakyat Bandung, Annisa, mengatakan aksi tersebut melibatkan 16 aliansi, di antaranya kelompok warga Dago Elos, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

“Ini ada 16 aliansi totalnya,” kata Annisa saat ditemui di lokasi aksi, Selasa (20/10/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah.

Pertama, mendesak penghentian monopoli dan perampasan tanah rakyat yang dinilai berkedok ketahanan pangan dan transisi energi. Massa juga menuntut pembubaran Batalyon Teritorial Pembangunan, penghentian ekspansi perkebunan skala besar, serta pelaksanaan reforma agraria sejati.

Kedua, massa menuntut pembatalan US – Indonesia Agreement on Reciprocal Trade (ART). Mereka juga mendesak penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), politik upah murah, kenaikan pajak dan harga kebutuhan pokok, serta pembangunan industri nasional berbasis reforma agraria.

Ketiga, massa mendesak penghentian pemborosan dan korupsi anggaran negara. Mereka juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan proyek militer, serta pemangkasan anggaran kepolisian dan TNI untuk dialihkan ke jaminan sosial, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan.

Keempat, massa menuntut penghentian diskriminasi negara, kekerasan aparat, kriminalisasi, serta pembungkaman hak demokratis masyarakat dalam berkumpul, berserikat, berekspresi, dan menyampaikan pendapat.

Long March Menuju Braga

Setelah menyampaikan tuntutan di kawasan Jalan Asia Afrika, massa melanjutkan aksi dengan melakukan long march menuju sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.

Annisa menjelaskan, rute aksi dimulai dari Jalan Asia Afrika, kemudian menuju kawasan kantor Pikiran Rakyat, Cikapundung, Braga Panjang, dan berakhir di Braga Pendek.

“Iya long march dari Jalan Asia Afrika lalu ke Pikiran Rakyat, Cikangkung, Braga Panjang dan finish-nya di Braga Pendek. Aksi digelar hingga sore nanti,” ujarnya.

Massa melakukan long march dengan diiringi musik tradisional dari jembatan di Jalan Asia Afrika hingga depan Hotel Savoy Homann.

Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas, kepolisian menutup sementara jalur di kawasan Asia Afrika saat massa bergerak menuju lokasi berikutnya. Sejumlah personel gabungan juga terlihat berjaga di sepanjang jalan untuk mengawal jalannya demonstrasi.

3.248 Personel Gabungan Dikerahkan

Sementara itu, sebanyak 3.248 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa di Kota Bandung pada Selasa (20/10/2026).

Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat Kombes Pol. Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, pengamanan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Gedung DPRD Jawa Barat, Cikapayang, dan Simpang Lima.

“3.248 personel ya. Tapi di empat di beberapa titik ya. Titik – titik ini DPRD, kemudian Cikapayang, ya sama Simpang Lima,” kata Teddy saat ditemui di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Personel pengamanan terdiri atas unsur Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung.

Menurut Teddy, aksi unjuk rasa melibatkan sejumlah kelompok, mulai dari aliansi mahasiswa hingga warga Dago Elos. Demonstrasi berlangsung di beberapa lokasi, termasuk kawasan Jalan Asia Afrika, Gedung DPRD Jawa Barat, dan Cikapayang.

Selain menempatkan personel untuk mengawal aksi, aparat juga melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan Jawa Barat sebagai bagian dari langkah pengamanan.

Kepolisian memastikan pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama rangkaian demonstrasi berlangsung.