Pewarta : Herlina SC
Kab. Bandung Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terus berupaya memeratakan penerangan jalan umum (PJU) melalui program Bandung Barat Caang. Hingga Sabtu (24/10/2026), sebanyak 4.594 titik lampu PJU telah terpasang, atau baru sekitar 28 persen dari total kebutuhan ideal sebanyak 16.211 titik.
Dengan capaian tersebut, Pemkab Bandung Barat masih membutuhkan tambahan 11.617 titik PJU untuk meningkatkan pemerataan penerangan di berbagai ruas jalan.
Penambahan lampu penerangan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama saat beraktivitas maupun berkendara pada malam hari.
Sejumlah ruas jalan utama, khususnya jalur panjang dengan lalu lintas padat, masih membutuhkan tambahan penerangan agar kondisi jalan lebih aman bagi pengguna.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Asep Dendih, menjelaskan bahwa kebutuhan PJU berbeda – beda di setiap ruas jalan. Pada sejumlah lokasi, kebutuhan penerangan dapat mencapai 150 titik lampu, sementara yang terpasang saat ini baru berkisar 20 hingga 30 titik.
Karena itu, pemasangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan prioritas wilayah.
“Tidak ada wilayah yang sama sekali belum tersentuh. Tantangannya sekarang adalah mengisi kekosongan saja, agar tingkat penerangannya cukup. Supaya warga berjalan, berkendara, maupun pulang malam merasa lebih nyaman dan aman,” kata Asep, Sabtu (24/10/2026).
Ia menambahkan, jangkauan pemasangan PJU saat ini telah menyentuh seluruh ruas jalan kabupaten. Namun, pemerataan intensitas penerangan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara bertahap.
Dishub Perkuat Pemeliharaan PJU
Selain menambah titik lampu baru, Dishub KBB juga melakukan pemeliharaan secara berkala untuk memastikan PJU yang telah terpasang berfungsi dengan baik.
Petugas rutin melakukan patroli lapangan guna memeriksa lampu yang padam, rusak, atau tidak berfungsi. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya titik – titik jalan yang minim penerangan dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Asep juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan apabila menemukan lampu PJU yang mengalami kerusakan atau tidak menyala.
Menurutnya, setiap laporan akan diperiksa oleh petugas untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.
“Laporan itu nanti akan diperiksa tim, lalu ditangani sesuai aturan. Kalau masih dalam masa garansi, penyedia yang bertanggung jawab. Kalau sudah lewat garansi, anggaran daerah yang digunakan untuk perbaikan,” ujarnya.
Skema tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan fungsi fasilitas penerangan jalan, sekaligus memastikan perbaikan dilakukan sesuai tanggung jawab dan ketersediaan anggaran.
Bandung Barat Caang untuk Keamanan Warga
Melalui program Bandung Barat Caang, Pemkab Bandung Barat menargetkan peningkatan kualitas penerangan jalan secara bertahap. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah lampu, tetapi juga memastikan fasilitas yang sudah tersedia tetap berfungsi optimal.
Penerangan jalan yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan berkendara, membantu pengguna jalan melihat kondisi lingkungan dengan lebih baik, serta mendukung rasa aman masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.
“Lebih terang bukan cuma soal kenyamanan berkendara. Ini juga langkah nyata untuk menumbuhkan rasa aman warga saat melintas di malam hari,” pungkas Asep Dendih.













