Pewarta : Arief
Kabupaten Cianjur – Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) VIII Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 resmi menjadi ajang bagi para santri untuk mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, sekaligus memperkuat karakter dan nilai – nilai keagamaan.
Kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Cianjur tersebut dihadiri Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, bersama jajaran pejabat daerah dan ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Ferdian menegaskan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat terhadap keberlangsungan pendidikan Diniyah Takmiliyah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
“Hal ini tentunya demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih matang secara moral dan spiritual,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, perilaku santun, serta akhlak yang luhur.
Ia berharap keberadaan Madrasah Diniyah Takmiliyah terus mendapatkan perhatian dan dukungan agar mampu berkontribusi dalam membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Bupati Cianjur Terima Penghargaan
Dalam rangkaian kegiatan PORSADIN VIII tersebut, Bupati Cianjur juga menerima piagam penghargaan khusus dari Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan fasilitasi Pemerintah Kabupaten Cianjur terhadap penyelenggaraan pendidikan Diniyah Takmiliyah Wustha serta upaya meningkatkan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula melalui pemberian insentif atau Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD).
Dukungan pemerintah daerah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah diniyah.
PORSADIN Bukan Sekadar Kompetisi
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, mengingatkan bahwa PORSADIN tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan dalam perlombaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun karakter, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan sportivitas kepada para santri.
“Kami tegaskan bahwa santri sejati bukan hanya berjuang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi adab dan sportivitas dalam setiap kompetisi,” katanya.
Melalui ajang tingkat provinsi ini, para santri dari berbagai daerah di Jawa Barat memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi diri, serta mempererat tali silaturahmi dalam semangat kebersamaan.
Sebagai tuan rumah, kafilah Kabupaten Cianjur mengirimkan 48 peserta terbaik untuk mengikuti berbagai cabang lomba yang dipertandingkan. Para peserta diharapkan mampu memberikan penampilan maksimal sekaligus mengharumkan nama daerah.
PORSADIN VIII Jawa Barat 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan santri berprestasi di bidang olahraga dan seni, tetapi juga memperkuat peran pendidikan Diniyah Takmiliyah dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki semangat kebersamaan.













