Met Milad Prof.Surya

0

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua PGRI Kota Sukabumi)

Rasa haru selalu muncul tatkala bertemu dan melihat wajah bapaknya para guru, Prof.Dr.H.Moh.Surya. Entah apa yang membuat rasa haru dan ingin sekali mencium tangan beliau. Apakah karena jutaan guru mendapatkan sertifikasi terkait jasa beliau? Ataukah karena beliau memiliki aura kasih guru yang memancar murni dari bathinnya?

Ya Allah betapa beruntung orang-orang mulia yang selama hidupnya terus belajar dan memberi manfaat pada sesama. Betapa beruntungnya hidup seorang Prof.Surya yang selama puluhan tahun mengabdi sebagai guru. Pengalaman mendidik dan melayani anak SD sampai siswa program doktoral. Inikah yang namanya kesempurnaan seorang guru? Inikah pengalaman seorang maha guru?

Ya Allah Maha Suci Engkau yang menghantarkan kehadiran seseorang manusia hebat dan bermanfaat. Prof.Surya kini berusia 77 tahun. Restu Illahi yang membuatnya tetap sehat, tetap menulis, tetap membimbing kami. Di milad tahun ini, kami memohon pada-Mu ya Allah. Sehatkan, bahagiakan dan sejahterakan lahir bathin keluarga besar beliau. Jadikanlah kami penerusnya.

Prof.Surya sosok luar biasa anak didiknya sudah tersebar ke berbagai pelosok. Sejumlah anak didiknya selalu berkisah tentang “asyiknya” belajar bersama beliau. Belajar bersama beliau adalah kisah tersendiri bagi murid-muridnya. Bahkan dalam dunia perjuangan guru ada dua anak didiknya yang menjadi pejuang guru. Beliau adalah Dr.Sulistiyo dan Dr.Unifah Rosyidi.

Keunggulan Dr.Sulistiyo dan Dr.Unifah Rosyidi tak dapat lepas dari tangan juang Prof.Surya. Seekor harimau melahirkan harimau. Seorang Prof. Surya melahirkan harimau guru, guru pejuang Dr.Sulistiyo dan Dr.Unifah Rosyidi. Dr.Sulistiyo sangat keras memperjuangkan nasib guru. Dr.Unifah Risyidi begitu lembut memperjuangkan nasib guru. Bahkan kelembutan Dr.Unifah Rosyidi mampu menghadirkan PGRI wajah baru. Lebih berwajah guru dan mengundang simpati penguasa. Bukankah Presiden dan wakil presiden dibuat selalu hadir dalam acara PGRI?

Kembali pada Prof.Surya. Kita semua warga PGRI dan guru seluruh Indonesia wajib mendoakan dan mengucapkan selamat dan turut bertasyakur di milad ke 77 Sang Legendaris Guru. Prof. Surya melekat kuat sebagai pejuang kesejahteraan guru. Ia mendapatkan julukan para guru sebagai Pahlawan Sertifikasi. Ia mengubah Oemar Bakri yang hidup pas-pasan, menjadi Dr.H.Umar Bakrie,M.Pd. yang hidup sejahtera.

Mengubah nasib Oemar Bakri yang miskin dan kurang dihargai menjadi Dr.H.Umar Bakrie,M.Pd. yang bermobil innova tidaklah mudah. Butuh perjuangan panjang, dengan kelembutan, sinergi bahkan kata-kata keras dan sedikit “menakutkan” pernah terlontar. Bukankah Prof.Surya di gedung DPR RI pernah mengeluarkan kata, “Monyet saja dilindungi di negeri ini, ada undang-undangnya”. Ada undang-undang perlidungan monyet. Masa guru yang merupakan profesi terhormat dan terpenting dinegeri ini tidak ada undang-undangnya?

Beliau pun bahkan pernah menggertak Presiden. Beliau mengatakan bila tuntutan para guru demi perbaikan nasib pendidikan maka Ia tidak bertanggung jawab bila ada “tsunami guru” di Jakarta. Bila Jakarta sebagai ibu kota dikepung seluruh guru Indonesia jangan salahkan kami. Prof.Surya melanjutkan ancamannya, “Saya tidak memerintahkan para guru berdemo namun Sayapun tidak sanggup melarang para guru berdemo memperjuangkan nasibnya”.

Prof.Surya telah menjadi bagian terpenting dalam sejarah perjuangan nasib para guru. Keluarnya UURI No 14 Tahun 2005. Anggaran pendidikan 20%. Lahirnya sertifikasi guru dan cairnya TPG adalah buah dari perjuangannya. Sejumlah diplomasi dan sinerji telah dilakukan Prof.Surya demi guru, demi pendidikan. Kini di usianya yang ke 77 kita berharap beliau tetap sehat dan selalu tersenyum bahagia melihat para guru yang kini bisa lebih baik.

Dirumah sederhananya, Ia bahagia melihat para guru sudah mulai sejahtera. Sang Pahlawan berjuang bukan untuk dirinya, melainkan untuk orang lain. Prof.Surya sangat produktif menulis sampai saat ini di berbagai media. Ini pesan kepada guru teruslah berprestasi dan berkarya. Guru sejahtera dan berprestasi adalah sebuah kewajiban demi marwah guru. Semoga Tuhan memberkati Prof.Surya dan seluruh guru Indonesia, Aamiin YRA.