Dinas Perindustrian dan ESDM Berikan Sertifikat Analisa Kandungan Gizi Produk Kepada 40 IKM

0

Pewarta : Ida

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di awal tahun 2016, menjadikan banyak para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di tanah air menghadapi persaingan yang sengit.

Hal ini disebabkan karena kualitas dan packaging produk IKM masih perlu diperbaiki, perlu kesiapan SDM pelaku industri serta kurang nya permodalan (bankable), padahal di sisi lain pemerintah telah menyatakan bahwa Produk UKM / IKM Indonesia menjadi salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan IKM yang berdaya saing, Dinas Perindustrian dan ESDM, Kabupaten Sukabumi, melalui Bidang Industri Agro menyerahkan serta memfasilitasi sertifikat Analisa Kandungan Gizi (AKG) pada produk untuk 40 IKM Yang telah berjalan Lebih dari 2 tahun dan kemampuannya sudah masuk bintang 3.

Yana Chepiyana Kabid. Industri Agro mengatakan, tiga sektor industri agro yang diprioritaskan sebagai strategi ofensif dalam memanfaatkan peluang Masyarakat Ekonomi Asean ialah industri ikan dan produk olahan, industri makanan dan minuman, serta produk industri berbasis agro yakni crude palm oil (CPO), karet dan kakao, kopi, ucapnya.

Pemerintah, lanjutnya, wajib menangani dan mendampingi serta memfasilitasi pelaku usaha mulai dari kandungan gizi, barcode produk sampai kemasan yang memiliki daya jual, sehingga hasil produksi dapat dipasarkan, produk harus tercantun dan uji kadaluarsa, imbuhnya.

Dikatakan, pihaknya seringkali melakukan pelatihan, contoh nya pengolahan ikan di Ujunggenteng serta memberikan bantuan alat untuk IKM, “fasilitas bantuan berupa alat diberikan kepada IKM yang sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahunan,” jelasnya.

Sedangkan untuk halal nya produk diberikan kepada IKM diawal produksi, pihaknya berharap Pemerintahan tingkat Desa wajib memiliki database warga nya yang berusia produktif tetapi masih mengganggur, agar dapat mencetak wirausahawan baru, untuk diberikan pelatihan dan minat industrinya kemana, pungkasnya.