Pewarta : Sermon
Koran SINAR PAGI, Bangka,- Pembangunan Normalisasi saluran banjir Desa Sungai Lumut, Dusun Parit Kelapa, Dusun Gedong yang mulai dikerjakan pada bulan Mei 2018 ini diduga tidak sesuai dengan speknya.
Hal tersebut dibuktikan dengan kondisi dilapangan saat awak media dan LSM turun langsung ke lapangan, setelah mendapat informasi dari masyarakat Dusun Gedong, Rabu (26/12) dan bertemu dengan salah satu warga berinisial Ch.
Saat dinkonfirmasi tentang pekerjaan normalisasi ditempatnya, Ch mengatakan, proyek tersebut baru dikerjakan beberapa minggu, “Kami melihat didekat jembatan ini airnya tergenang, dan tidak jauh dari jembatan terlihat ada pendangkalan, diduga akibat pekerjaanya tudak sesuai dengan spek, coba lihat lebar dibawah jembatan sampai ke ujung kayaknya tidak sama,” terangnya.
Sangat disayangkan oleh warga kalau pekerjaan normalisasi yang menghabiskan dana Rp.1.527.715.000.00. (satu miliar lima ratus dua puluh tujuh juta tujuh ratus lima belas ribu rupiah).
“Jika nantinya didekat jembatan ini tetap tergenang air, dikawatirkan jembatannya dapat cepat rusak,” keluh warga.
Pekerjaan yang dikerjakan pihak ketiga yaitu CV. Kamikawa dengan nomor kontrak 610/11/SPK/DPUPR/APBD/V/2018, dan dalam waktu pelaksanaanya 210 hari kalender ini diduga dikerjakan kurang profesional.
Harapan warga Dusun Gedong supaya pihak dinas yang berwewenang supaya meninjau dan memeriksa penyebab adanya genangan air dan pendangkalan yang terlihat jelas dari jembatan Dusun Gedong.
