Pewarta : Heri Jauhari
Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Jalan As menuju pabrik gula Cinta Manis rawan kecelakaan, pasalnya terdapat lubang menganga dibagian bahu jalan layaknya kolam ikan, padahal jalan tersebut menjadi akses lalu lintas para pengguna kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.
Demikian halnya dengan atlktivitas kendaraan angkutan gula perusahaan itu sendiri, mulai angkutan dari gudang maupun dalam pengangkutan tebu saat musim giling tiba.
Ironisnya, disekitar lokasi lubang tersebut tidak tampak plang peringatan bagi para pengguna jalan agar tidak terjebak dalam lubang yang membahayakan keselamatan tersebut.
Salah satu karyawan pabrik Gula PTPN 7 distrik Cinta Manis, SM (44) mengaku heran dengan para pengusaha Sawit dan Karet yang seolah tidak peduli dengan kondisi tersebut, padahal keberadaan jalan ini sangat penting untuk mengangkut hasil produksi.
“Saya heran uang Sawit dan Karet dikemanakan, padahal dari uang hasil panen setiap setengah bulan yang berkisar lebih kurang Rp.16.000.000 itu bisa disisihkan untuk memperbaiki jalan,” ucapnya.
Ditambahkan, angka hasil panen kebun sawit dan karet tersebut baru dari kebun yang ada di areal seputaran pabrik, belum lagi dari kebun yang ada di lahan.
Menurutnya, yang memborong saat panen kebun sawit dan karet itu terdapat karyawan PTPN 7, padahal menurut aturan yang berlaku, karyawan BUMN tidak diperbolehkan berbisnis didalam perusahaan itu sendiri.

