Pewarta: Dwi-Dila
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dunia literasi tak luput dari terdampak pandemi covid-19. Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Jawa Barat semakin gencar dalam mengupayakan minat baca masyarakat. Saat masa transisi adaptasi kebiasaan baru. Saat ini perpustakaan provinsi Jawa Barat mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk kunjungan meminjam dan mengembalikan buku. Agar minat baca masyarakat terus meningkat sehingga diharapkan mampu membentuk masyarakat yang tidak mudah terprovokasi berita hoax. Masyarakat lebih kritis dan selektif dalam menanggapi berita yang ada didepan matanya.
Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. H. Ahmad Hadadi, M.Si menjelaskan saat masa pandemi lebih banyak aktivitas di rumah dapat dimanfaatkan untuk lebih banyak membaca. Dinas Perpusatakaan hadir melalui layananan buku bacaan yang tidak harus datang ke perpustakaan untuk membacanya. Masyarakat dapat mengakses melalui digital seperti aplikasi E-liberary yang dapat diakses oleh siapapun, ucapnya di Jl Kwaluyaan Indah II No. 4 Soekarno Hatta Bandung (6/7/2020)
Perpustakaan Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan fungsi KOLECER Kotak Literasi Warga Cerdas dan CANDIL Maca Dina Digital Library. Selain itu juga memadukan layanan antara sistem digital maupun secara tertutup. Khusus bagi pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan dan tidak diperkenankan masuk area perpustakaan, namun dapat meminjam buku lalu dibawa pulang, tidak membaca ditempat. Mereka yang akan meminjam diberikan waktu untuk menunggu. Buku yang dicarinya dibantu diambilkan oleh petugas.
Ahmad Hadadi mengarahkan kedepannya agar masyarakat maksimal mengakses bahan bacaan untuk budaya membacanya. Pemerintah Provinsi mentarget setiap kecamatan Se-Jabar ada fasilitasnya baca yang dapat dijangkau masyarakat. Dengan adanya ini diharapkan dapat menyalurkan memperluas jangkauan potensi bagi pembaca.
Ahmad Hadadi mengajak masyarakat lebih giat membaca. Karena pemerintah Jawa Barat sudah berupaya memfasilitasinya. “Jabar akan menjadi juara jika masyarakatnya mempunyai mental juara yang berbekal ilmu diantaranya melalui kegiatan membaca setiap individunya”

Disisi lain Kepala Bidang Layanan Dr. Lilis Rosita M.Si mengungkapkan Perpustakaan provinsi Jawa Barat merupakan salah satu tempat alternatif yang banyak dikunjungi masyarakat untuk menyalurkan hobi membaca. Sarana yang lengkap menjadi tempat memenuhi kebutuhan informasi dan referensi masyarakat terutama bagi kalangan mahasiswa. Bagi pegiat literasi maupun bagi mahasiswa perpustakaan provinsi sangat bermanfaat dan sangat membantu dalam tugas kuliahnya.
Menurutnya masyarakat tetap aktif membaca tanpa adanya halangan saat pandemi. Masyarakat sangat antusias dan mengapresiasi adanya perpustakaan provinsi. Saat pandemi perpustakaan provinsi Jawa Barat sudah mulai melakukan pelayanan namun dengan sistem digital maupun secara tertutup. Pengunjung tidak diperbolehkan masuk area perpustakaan namun dapat meminjam buku lalu dibawa pulang.
Pengunjung tidak ada batasan namun pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan. Petugas hanya melayani kalangan remaja dan dewasa. Namun tidak diperbolehkan bagi kalangan anak-anak.
Khusus mereka mahasiswa yang berkunjung ke sini karena membutuhkan buku-buku pengetahuan umum maupun buku-buku kalangan mahasiswa untuk referensi skripsinya.
Dr lilis Rosita M.Si juga menginformasikan selain perpusatakaan provinsi perpusatakaan di kabupaten atau kota di Jabar juga sudah mulai membuka layanan dengan adaptasi kebiasaan barunya. Berdasarkan data informasi yang diterima perpustakaan di daerah-daerah melaksanakan layanan secara daring dan tertutup. Namun ada pula yang secara terbuka sesuai peraturan di daerah masing-masing. Tetapi tetap komitmen menjalankan protokol kesehatan.
“Sebelum pandemi masyarakat sangat antusias, bahkan saat pandemi ini masih tetap antusias. Maka saat menyambut new normal ini diharapkan perpustakaan lebih diminati oleh masyarakat dan semakin nyaman membaca dengan sarana yang ada”ucapnya
