Akademia

Kemauan, Kerinduan Dan Kendala PJN

adminsigiku.com
×

Kemauan, Kerinduan Dan Kendala PJN

Sebarkan artikel ini

Oleh : Ita Rosita, S. Pd
(Guru Ekonomi SMAN 1 Parungpanjang)

Sudah hampir 10 bulan wabah Covid 19 mewabahi muka bumi, terutama di Indonesia. Hal ini sangat membawa dampak buruk pada setiap bidang kehidupan. Perekonomian lumpuh, PHK besar-besaran, perkembangan pembangunan ekonomi pun nyaris diam ditempat. Tanpa kecuali dibidang pendidikan, hal serupa pun dirasakan setiap jajaran pendidikan mulai jenjang PAUD sampai satuan pendidikan di perguruan tinggi.

Tahun ini merupakan tahun terberat bagi kita semua, terutama bagi guru hal ini sangatlah tidak masuk logika, yang tadinya terbiasa berangkat pagi pulanh sore, bertemu siswa-siswa, bercengkrama, bersenda gurau, dan masih banyak lagi kegiatan yang positif yang kami bisa lakukan dikala itu, tapi sekarang telah direnggut oleh wabah Copid 19, seakan kegiatan dan aktivitas aku, kamu dan kita semua terbatasi, entah sampai kapan? Hanya Allah SWT yang tau.

Saat ini sampai waktu yang tidak ditetapkan, kita sebagai guru dituntut untuk bisa menyesuaikan dengan keadaan, mulai dengan pengaplikasian IT dan sebagainya guna menyukseskan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kita akan bisa karena terbiasa, disinilah keadaan yang mendorong kita untuk bisa seperti saat ini dan pada masa yang akan datang, mungkin bagi sebagian guru-guru muda maupun yang sudah mahir dalam IT ini biasa saja hal yang sangat lumrah, tapi bagi segelintir guru yang dengan istilah kasar nya masih gaptek ini sangat membuat ribet isi kepala. Apa lagi didorong faktor fasilitas yang tidak memadai, akan terkendala dalam pembelajaran secara daring ini.

Jujur, saya sebagai tenaga pendidik dengan notabene masih kurang pemahaman dengan teknologi, sedikit dibuat pusing juga, tapi dengan keyakinan hati dan kemauan saya yakin saya pasti bisa, walaupun dengan menggunakan cara bodor menurut istilah saya.

Terkadang suka miris kalau mendengar curahan hati anak-anak dan orang tua wali murid yang benar-benar gaptek dan tidak mempunyai fasilitas yang memadai, hati ini seakan memposisikan jadi mereka.

Disampingi itu juga ada siswa yang berkeluh kesah atas kerinduan mereka terhadap lingkungan sekolah, teman-teman sekolah dan guru-guru nya.

Hal ini serupa dengan kerinduan kami sebagai guru-gurunya, beranekaragam perasaan campur aduk menjadi satu di saat ada kesempatan bertemu. Walaupun hanya sebentar saja, ini semua sedikit mengurangi kerinduan aku, kamu dan kita semua. Walaupun kita hanya bertemu dan bertegur sapa didunia maya, saya yakin ini akan menumbuhkan dan bisa memotivasi kita untuk belajar walau pun secara online, dan bisa menyukseskan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Mengutip dari kalimat ibu Hema Hujaemah,M.Pd pada saat workshop beberaa hari yang lalu mengenai dinamika PJJ, beliau mengungkapkan dengan singkatan “KODE” kalau di uraikan kata tersebut menjadi Koordinasi, Diskusi dan Evaluasi. Yaa ini sangat menarik seketika masih mengiang-ngiang dalam benak, yang inti nya bagaimana mencari solusi agar PJJ ini berjalan dengan baik dan lancar.

Bagaimana tidak ? Semua sekolah menggunakan sistem daring baik dilingkungan kota-kota besar maupun pedesaan. Apa lagi di sekolah tempat saya mengajar, mayoritas anak-anak nya tinggal dipegunungan maka perlu ada nya KODE tersebut, walaupun fasilitasnya oke, tidak menutup kemungkinan dan tidak menjamin 100% anak-anak mengikuti PJJ tersebut, berbagai cara terpatahkan oleh berbagai alasan masing-masing anak, entah karena fasilitas nya, entah karena kotanya, dan lain-lain yang sering mereka ungkapkan. Tapi entah lah!!!.

Sampai sini kita bisa menyimpulkan, bahwasanya dalam pembelajaran sistem PJJ bisa dikatakan membawa pengaruh positif dan juga pengaruh negatif, bukan hanya siswa nya saja tapi kita semua, salah satunya dengan adanya PJJ ini kita semua terbiasa dengan dunia IT, dan bisa memahami peruntukannya, pengaruh negatifnya terkadang anak-anak bosan dan menyalahgunakan IT tersebut.

Jadi mulai dari sekarang aku, kamu dan kita semua harus bisa melewati dan menjalankan kebiasaan baru ini. Semoga wabah yang menyerang muka bumi ini segera menghilang, sehingga kita semua bisa beraktivitas, bertemu, bercengkerama, bersilatirahmi seperti sedia kala, Aamiin. Tetap semangat. Jaga kesehatan Salam sehat !.