Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Cianjur)-, SMAN 1 Sukaresmi, yang berada di Jalan Mariwati, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, menjadi pilot project sebagai sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka langsung di saat pandemi. SMAN 1 Sukaresmi sudah melakukan pembelajaran tatap muka selama enam pekan.
Selain SMAN 1 Sukaresmi, juga ada SMAN 1 Sukanagara serta SMKN 1 Sukanagara Kabupeten Cianjur yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka langsung. Ketiga sekolah itu, menjadi sekolah pilot project di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VI.
Sudarto, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Sarana yang juga Ketua Satgas COVID-19 SMAN 1 Sukaresmi, memaparkan, sekolahnya bisa melangsungkan tatap muka karena Kecamatan Sukaresmi berada di zona hijau termasuk Kecamatan Sukanagara.
“Sekitar akhir bulan Juli 2020, Cadisdik Wilayah VI menyampaikan bahwa kami menjadi pilot project untuk mengadakan belajar tatap muka,” kata Darto, di SMAN 1 Sukaresmi, baru-baru ini.
Setelah itu sekitar bulan Agustus 2020, pihaknya menyebarkan surat pernyataan kepada orangtua siswa, mengadakan kegiatan tatap muka. Dari data yang ada, kata Darto, 90% orangtua siswa SMAN 1 Sukaresmi menginginkan pembelajaran tatap muka digelar.
“Berawal dari situ. Lalu mengajukan permohonan tatap muka ke Cadisdik Wilayah VI. Kemudian ditindak lanjuti oleh satgas penanganan COVID-19 Kabupaten Cianjur untuk diverifikasi dan divalidasi,” kata Darto.
Kemudian pihak SMAN 1 Sukaresmi memohon kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur untuk melakukan rapid tes untuk guru dan tenaga kependidikannya.
“Alhamdulilah hasilnya semua guru dan tenaga kependidikan dalam kondisi sehat. Total yang dites, guru ada 72 orang, sedangkan tenaga kependidikan sekitar 25 orang, termasuk caraka dan satpam,” terang Darto.
Sedangkan untuk persiapan penataan lingkungan SMAN 1 Sukaresmi, selain ada tim Satgas Penanganan COVID-19 internal yang berjumlah 17 orang, mereka juga melengkapi sarana saluran wastafel dan sabun yang belum tercukupi. Kini wastafel yang ada di luar kelas, berjumlah 45 wastafel ditambah hand sanitizer, dan kelengkapan sarana toilet. Termasuk menerapkan protokol kesehatan seketat mungkin. Dan menyiapkan penjadwalan pembelajaran tatap muka oleh bidang kurikulum.
Sekitar awal bulan September 2020, akhirnya SMAN 1 Sukaresmi mulai melakukan pembelajaran tatap muka langsung. Tepatnya dari tanggal 7 September sampai tanggal 13 Oktober 2020.
Setengah dari 1296 siswa kelas X-XII masuk perduaminggu sekali. Sedangkan untuk jumlah rombongan belajar (rombel) ada 36, pertingkat ada 12 rombel. Dua minggu pertama untuk absen A, 1-18, dua minggu berikutnya untuk absen B, 19-36, begitu seterusnya.
Masuknya Senin-Jumat, dari pukul 07.30-11.15 terkadang sampai pukul 12.15. Setiap hari ada dua sampai tiga mata pelajaran yang diberikan kepada siswa. Sebelum masuk mereka harus mencuci tangan menggunakan sabun, cek suhu tubuh dengan thermo gun, memakai masker dan membawa bekal makan minum sendiri karena kantin tutup. Pihak sekolah pun sudah memberikan face shield kepada seluruh siswa.
Saat pembelajaran tatap muka, kata Darto mayoritas guru masuk ke kelas untuk mereview dan menerangkan mata pelajaran yang sudah disampaikan melalui daring. Para siswa pun duduk berjarak.
Pada saat jam pulang dibagi tiga tahap, pertama siswa kelas XII meninggalkan sekolah, disusul siswa kelas XI dan X. Setiap tingkat diberi jeda 15 menit, untuk menghindari kerumunan.
Penerapan ptotokol kesehatan juga berlaku saat mereka naik angkutan umum maksimal setiap angkutan umum diisi 8-9 penumpang.
Darto pun menjelaskan selama pembelajaran tatap muka para siswa sangat senang. Tapi para guru juga memiliki kekhawatiran, karena mayoritas siswa ada di Kecamatan Cipanas, Pacet yang belum masuk zona hijau.
Sejak tanggal 14 Oktober 2020, mereka Work From Home (WFH) sekaligus isolasi, sehingga pembelajaran dilakukan secara daring lagi. Rencananya tanggal 2 November 2020 kembali dilakukan tatap muka.
Perlu diketahui hampir seluruh sekolah di Jabar, sejak akhir semester tahun ajaran 2019-2020 dan awal tahun ajaran baru 2020-2021, melakukan pembelajaran secara daring/online.
Sementara itu Ahmad Basit, Wakasek Kurikulum, menambahkan bahwa selama tatap muka, pembelajaran perhari maksimal dilakukan selama empat jam (240 menit).
Strategi pembelajarannya diserahkan kepada guru mata pelajaran masing-masing. Secara teknis juga sudah diatur sedemikian rupa termasuk dari sisi target. Karena materi pelajaran yang tersampaikan kurang dari 50%.
“Karena kita tetap harus tatap muka. Di rumah melakukan pembelajaran jarak jauh ada kesenjangan, harus direwind materinya dari segi waktu yang lebih panjang,” terang Ahmad.
Sedangkan guru juga dituntut untuk memberikan pelayanan kepada siswa yang belajar daring dua minggu di rumah. “Aplikasi saat Pembelajaran online ada yang menggunakan google classroom google form, zoom, variatif. 90 persen siswa kami sudah punya handphone android. Dari satu kelas, paling satu siswa yang tidak punya hp. Dalam adaptasi kebiasaan baru tetap menjaga protokol COVID-19,” kata Ahmad.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Sukaresmi, Kabupaten Cianjur pun mendapat perhatian luas, diantaranya kunjungan atau studi banding, dari anggota DPRD Provinsi Banten, baru-baru ini. (Sumber: Majalahsora.com Mitra Publikasi Koransinarpagijuara.com)













