Kurangnya Kebersihan Dan Penanganan Limbah B3 Puskesmas Beji Kab.Tulungagung

0
167

Pewartan: Ok

Koran SINAR PAGI,KAB Tulungagung,- Terlihat ada pasien terpapar Covid-19 ( 13/04 ) dibawa masuk ke ruang perawatan, namun pasien tersebut kembali keluar ruangan, lewat pager pembatas ruangan, selanjutnya pasien tersebut memanggil keluarga dan terdengar oleh awak media disaat sedang melakukan liputan. Suara pasien yang cukup keras mengatakan bahwa “di dalam ruang rawat kotor, banyak kotoran tikus, kecoa dan bangkai kecoa, “unkap pasien kepada keluarganya.

Tim liputan langsung mewawancarai keluarga pasien untuk memperjelas ungkapan pasien tersebut. Keluarga pasien menyampaikan bahwa, “di dalam ruangan rawat yang ditempati pasien itu kotor, entah karena tidak pernah dipakai dan tidak dibersihkan,” tutur satu diantara keluarga pasien.

Lebih lanjut Tim liputan mengkonfirmasi Perihal kondisi ruangan yang kotor tersebut kepada pihak Petugas Puskesmas, Aan Kordinator Perawat mengatakan “Setiap hari dibersihkan kalau tidak percaya buktinya itu lagi dibersihkan,” tutur Aan.

Lebih jauh saat dipertanyakan perihal penanganan Limbah B3 Di Puskesmas Beji, Aan menyatakan “permasalahan limbah B3 sudah ada yang menangani sendiri bisa tanyakan langsung ke belakang,” jawab Aan

Untuk urusan limbah Tim menemui Wahyu sebagai pihak yang menangani limbah B3. Pada kesempatan itu Wahyu menjelaskan, “selama ini kami berkerjasama dengan pihak ke tiga terkait penanganan Limbah B3 dan pengambilannya seminggu sekali,” jelas Wahyu

Selanjutnya tim menanyakan, selama kurun satu minggu sebelum di ambil oleh pihak ketiga bagaimana penyimpanan Limbah B3 tersebut ? Apakah dibiarkan diruangan Limbah B3 atau disimpan di lemari es pendingin atau Cold Storage ?

“Mohon Maaf Masnya ini apakah dari Dinas Lingkungan Hidup sampe tahu semua,” jawab Wahyu

“Bukan, kami dari pihak media menanyakan” jawab Awak Media.

selanjutnya Wahyu menuturkan bahwa, terkait Cold Storage sudah diajukan dan sudah masuk list akan di agendakan alat tersebut, kalau menunggu cold storage yang saat ini penting bagaimana mendahulukan penanganan pasien Covid-19, ” jawab Wahyu

“Covid-19 itu ada di Indonesia kapan Bu ? dan Limbah B3 itu ada semenjak kapan ? Kenapa dari dulu dan sampai sekarang Cold Storage baru akan di agendakan?” tanya Awak Media

“Untuk masalah itu kami tidak bisa menjawab yang penting sesuai SOP,”Tandas Wahyu

Perihal Kejadian Puskesmas Beji dan pertanyaan apa benar Vaksin tidak bisa menjamin dari dampak virus corona. Hal tersebut tersampaikan langsung melalui Telepon seluler ( 13/04 ) Kepada Dr. Kasil Rokhmat, MMRS., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dan memvwrikan jawaban, “Kalau masalah kebersihan Puskesmas disana sudah ada petugasnya dan nanti kita ingatkan. Perihal vaksin itu memang tidak bisa menjamin 100% WHO juga sudah jelaskan. Masalah Limbah B3 dalam penanganannya kita sudah sesuai MOU dengan pihak ketiga dan tidak ada pilihan lagi, jadi masalah Cold Storage itu nanti bisa langsung Hubungi Ibu Wiji” jawab Dr. Kasil melalui Telepon

Dr. Kasil juga menambahkan, “Pasien yang positiv Covid-19 bisa isolasi mandiri dirumah asalkan kamarnya tersendiri alat makannya juga di sendirikan dan pihak keluarga harus selalu memakai masker itu alternatifnya dan bahwa artinya tidak selalu menular meskipun terjadi kontak langsung, “pungkas Dr. Kasil via telpon selulair