Pewarta. : Sermon Simanihuruk
Koran SINAR PAGI, Bangka,- Bupati Bangka Membuka acara Monitoring Evaluasi dan Intervensi Lanjutan terhadap pelayanan masyarakat yang ada di Kabupaten Bangka, Rumah sakit maupun Puskesmas di 8 Kecamatan yang ada di Hotel ST 12 Sungailiat KabupatenBangka.
Dalam acar tersebut hadir , Wakil Bupati Bangka Syahbuddin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr. Then Suyanti, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah,dr Yogi Kepala Puskesmas di 8 Kecamatan, Para Camat, para Lurah yang ada di Kecamatan Sungailiat, Kamis (22/4/21).
Saya atas nama Pemkab Bangka mengucapkan terima kasih kepada Para Kepala Puskesmas dari 8 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka, dan juga para Camat atas kerjasamanya secara intens yang selama ini yang sudah memberikan pelayanan dasar, kepada para masyarakat kita yang ada di Kecamatan, dan Puskesmas merupakan ujung tombak terhadap bentuk pelayanan baik melalui Pustu maupun Poskesdes yang ada di Kabupaten Bangka,” terang Bupati Bangka.
Lanjutnya , Bahwa kesehatan itu sangat mahal harganya dan juga bagaimana Pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan kesehatan Kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Bangka melalui kegiatan Monitoring Evaluasi dan Intervensi Lanjutan ini sejauh mana pelayanan yang sudah diberikan terhadap kesehatan masyarakat yang ada di Kecamatan- Kecamatan dalam memberikan informasi dan masukkan dalam bidang kesehatan kepada Masyarakat.
“Fasilitas apa saja yang belum dimiliki oleh Puskesmas kita yang ada di Kecamatan terutama sarana dan prasarana yang ada untuk dapat memberikan pelayanan yang prima dan pada tahun 2021 ini, kita akan membangun Puskesmas yang ada di Kecamatan Bakam dan Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat,” Bebernya.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr.Then Suyanti menambahkan, Kegiatan ini bertujuan untuk Para kepala Puskesmas dan Camat agar dapat bersinergi dalam meningkatkan angka indeks kesehatan masyarakat di Kecamatan dapat meningkat.
Pada saat ini indeks kesehatan masyarakat kita pada tahun 2020 lalu, berada di kisaran 0,35 dan kita harapkan dapat turun menjadi 0,5 pada tahun 2021 ini, PR kita adalah sesuai paparan tadi ada masalah merokok, pembimbingan klaster dan sebagainya,” tutupnya.













