Pewarta : Jeky
Kabupaten Sumedang – Bisnis kuliner Angkringan diyakini mempunyai peluang bisnis yang menjanjikan, pasal nya usaha kuliner sederhana ini tak memerlukan modal yang yang cukup besar, cukup dengan modal yang relatif kecil pun sudah bisa dimulai.
Seperti diungkapkan Ani Ana Raya, ST warga Perumahan Bukit Pelangi Blok D. NO.3 pemilik kedai Angkringan Geusan Ulun yang berlokasi di Jalan Raya Prabu Geusan Ulun No.122, tepat nya di sebrang Gapura Gang Keramat Pasarean, yang usaha nya sudah dimulai sejak pertengahan Maret 2021.
“Modal nya cukup terjangkau tak perlu ratusan juta, saya memulai Angkringan ini sejak pertengahan Maret lalu sebelum Puasa dengan modal 5 juta an, itu juga sudah termasuk sewa tempat perbulan Rp 2 juta, beli peralatan dan perlengkapan Rp Rp 2 juta dan sisanya untuk modal usaha”, jelas nya, kepada koransinarpagijuara.com melalui seluler, Selasa, ( 29/6/2021).
Dan menurut Ani, perhari dia bisa mendapatkan Rp 400 rebu hingga 600, “Awal nya saya terinspirasi bisnis Angkringan ini saat berkunjung ke Jogjakarta dan Magelang di Jalan Marioboro, dan di beberapa lokasi kora Malang saya temui pedagang Angkringan. Saya pernah makan di sana, ternyata rasanya cukup enak dan harga nya pun cukup terjangkau”, papar nya.
Tapi kata dia, rasa pasakan Angkringan di Sumedang tentunya berbeda karena disesuaikan dengan lidah Sunda. ” Kalau di Jogjajarta rasa nya cenderung manis tapi untuk kita di Sumedang ini disesuaikan dengan lidah orang Sunda “, jelas nya.
Ditawarkan Ani, beberapa varian menu dijajakan di warung Angkringan nya, menurut nya ada sekitar 15 varian saji, “Diantaranya nasi bakar isi udang, isi ikan, isi ayam, dan isi tongkol”, jelas nya.
Sementara untuk lauk nas nyai tersedia sate udang, sate jebred, sate kerang, sate cumi, sate usus, sate ati ayam, dan sate telur puyuh, juga goreng ayam dan juga goreng ikan. Para pengunjung dipersilahkan tinggal pilih mana yang sesui selera”, tawar nya.
Sementara juga dikatakan dia, untuk minuman pun tersedia berbagai rasa diantaranya, Lemon Tea, Bandrek, Pop Ice, Jeruk Panas, Teh Tawar dan Teh Manis, Lemon Tea,juga berbagai minuman kopi dan juga ada Bandrek.
“Bisnis Angkringan merupakan peluang bisnis yang menjanjikan di Kabupaten Sumedang ini”, tukas nya.
Sebab, tutur nya, Angkringan pangsa pasar nya bisa masuk ke semua tingkatan, dari mulai kelas bawah, menengah, hingga kelas atas.
“Angkringan sudah di kenal di berbagai kalangan, hingga usaha ini mempunyai peluang yang sangat bagus. Apalagi di Sumedang ini pedagang nya terbilang masih sedikit”, papar nya.
Karena prosfek nya menjanjikan kini Ani sedang mempersiapkan untuk ekspansi usaha nya dengan membuka cabang di dua lokasi baru, ” Saya sedang mempersiapkan dua cabang lokasi baru, salah satunya seputaran Alun – Alun. Kita lagi cari tempat yang aman jangan sampai berbenturan dengan Pol PP”, tukas nya.
Ani berharap usaha Angkringannya terus berkembang, karena disadari nya dengan berkembang nya usaha ini bisa juga menyerap lapangan kerja.
“Kini saya mempekejarkan 4 orang, mereka bergiliran karena para pekerja nya merupakan empat sekawan yang masih pada kuliah di UNSAP. Salah satu dari mereka adalah anak saya”, papar nya.
Untuk pelayanan Angkringan milik nya, wsrga bisa berkunjung mulai pukul 16.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib.
“Disaat ramai, kami bisa mendapatkan Rp 1,2 juta terutama malam Sabtu dan Minggu. Pada hari biasa sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu bahkan
Juga mencapai di angka Rp 800 ribu an. Saya berharap usaha Angkringan ini sesuai dengan harapan bisa terus berkembang walau di suasana pandemi Covid-19 ini “, pungaka nya.













