Pewarta : Arief
Kabupaten Sukabumi – Dihari ke 4 (empat) penerapan PPKM Darurat, Wakil Bupati Sukabumi, H.Iyos Somantri bersama perangkat daerah melakukan peninjauan di wilayah Kecamatan Cisaat hingga Kecamatan Sukarja yang difokuskan ke sejumlah pasar, mengingat pasar adalah tempat yang relatif banyak dikunjungi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, H Iyos tidak hanya sekadar memonitor, namun juga menginformasikan sekaligus mengedukasi masyarakat terkait penerapan PPKM Darurat yang dilaksanakan hingga tanggal 20 Juli 2021 mendatang.
“Secara umum para pedagang telah memahami PPKM Darurat, para penjual makanan hanya menyediakan take away dengan batasan waktu berjualan hingga pukul 20.00 WIB,” ujarnya.
Bahkan, Iyos menilai tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) sangat bagus.
“Tingkat kesadaran masyarakat terkait Prokes sangat bagus, kalaupun ada yang tidak memakai masker, itu karena sedang makan atau minum, namun kita akan terus mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.
Dikatakan Iyos, tingkat kesadaran masyarakat pun tumbuh terkait vaksinasi Covid-19, “Masyarakat semakin antusias untuk divaksin, seperti yang kita lihat saat pelaksaan vaksinasi di SDN 1 Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja,” ungkapnya.
Dia berharap masyarakat mau dan antusias untuk divaksin, sehingga sejalan dengan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi, maka herd immunity segera terealisasi di Kabupaten Sukabumi, tegasnya.
“Walaupun dalam masa PPKM Darurat, vaksinasi tetap berjalan, dengan catatan prokes harus tetap dilaksanakan,” katanya.
Ketua Forum Warga Pasar (Forwapas) Cisaat Deni Supriadi menambahkan, protokol kesehatan selalu diterapkan di Pasar Semi Modern Cisaat, bahkan jumlah pengunjung disesuaikan dengan yang diatur dalam PPKM Darurat.
“Kalau dalam PPKM Darurat, pengunjung pasar maksimal 50 %, di Pasar Cisaat diangka 30 %, apalagi, para pengunjung pasar didominasi pembeli kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.
