Pewarta: Tim Liputan
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Masih banyak orang yang takut atau menunda untuk divaksin, karena berbagai alasan. Namun jika kita menyimak ungkapan dari mereka yang telah disuntik vaksin seolah-olah mendapatkan kenikmatan atau manfaat jangka panjang. Maka bisa saja mereka yang awalnya ragu dan menunda untuk divaksin akan berubah pikiran lalu segera melangkah ke lokasi vaksinasi.
Jurnalis media cetak & online koran Sinar Pagi yang aktif sebagai sekertaris Forum Wartawan Pendidikan Jawa Barat, Dwi Arifin menyampaikan sejak awal mendaftar sebagai peserta, kita sebagai warga negera dimudahkan dengan diberikan layanan terbaik dari pemerintah pusat melalui pemerintah daerahnya. Daftarnya online dan akurasi mulai dari lokasi dan jamnya pasti. Jadi saat di lokasi peserta tidak menunggu lama, ucapnya
Pada saat dilokasi panitia yang menyelenggarakan terlihat bersikap disiplin dan ramah. Lalu saat mengantri untuk dicek kesehatan, selanjutnya disuntik vaksin dan akhirnya menunggu untuk cetakan kartu vaksinasi itu. Prosesnya tidak lebih dari satu jam. Saat mengantri di lokasi para peserta dimanjakan dengan suara musik yang membuat suasana terasa lebih nyaman. Seperti datang ke acara hajatan.
Dwi mengungkapkan kalau saat disuntik vaksin sama dokter, awalnya memang takut kenapa-kenapa, tapi nyatanya biasa saja setelahnya. Cuman kerasa sedikit sakit kaya dicubit. Jadi inget, tidak beda jauh rasanya seperti saat dulu disuntik diwaktu sekolah dasar. Setelah lima belas menit ada kerasa pegel sedikit di lengan tangan. Tapi rata-rata peserta yang berbarengan dengan saya divkasin semuanya baik-baik saja.
Menurutnya disuntik vaksin itu kenikmatan jangka panjang. Karena kalau belum divaksin itu mau keluar kota agak was-was. Dengan aturan yang ada, siapa yang keluar kota harus menunjukan kartu vaksinasi covid19. Setelah dicetak kartunya, serasa bebas untuk ke sana kemari.
