Kunjungan Kerja Ke RRI, H. Dedi Supandi Targetkan Masjid Jadi Lokasi Vaksinasi

0
192

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si sebagai Ketua Tim Divisi Percepatan Vaksinasi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Auditorium Radio Republik Indonesia Kota Bandung. Pada acara tersebut dalam rangkaian memperingati hari kemerdekaan HUT RI Ke 76 bersama narasumber lainnya, Mayjen TNI (Purn) Dr. T.B  Hasanuddin S.E, M.M, anggota DPR RI,  Oded M. Danial,  Wali Kota Bandung, Dr. Ahyani Raksanagara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Amanda Naora Najla perwakilan siswa ketua Osis  SMAN 20 Bandung.

Setelah selesai acara on air dari Auditorium Radio Republik Indonesia, lalu menemui media di halaman kantor, H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si Ketua Tim Divisi Percepatan vaksinasi Jawa Barat menyampaikan pada hari ini saya sosialisasi gebyar vaksinasi dan capaian pendidikan Jabar Juara melalui radio RRI. Perihal vaksinasi target yang sering saya sosialisasikan yaitu 15 juta orang disuntik vaksin setiap bulannya. Nanti akan dievaluasi pada tanggal 28 Agustus. Jadi kami berharap kepada pemerintah daerah kabupaten atau kota untuk terus berakselerasi melalui tim tenaga medisnya berupaya melaksanakan vaksinasi dan mengajukan jumlah vaksin yang dibutuhkan sebagai bahan pengajuan vaksin ke pemerintah pusat. Intinya target sangat tergantung dari kesiapan daerah kabupaten Kota di Jabar. Apalagi daerah yang jumlah penduduknya banyak, seperti Kabupaten Bogor yang hampir pupulasi penduduknya 6 juta jiwa, jelasnya kepada wartawan (20/8/2021)

Selanjutnya H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si memaparkan program kerjanya, sekarang sudah berjalan fasilitas umum dan sosial dijadikan lokasi untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan vaksinasi. Misalnya tempat wisata, panti sosial disabilitas, pesantren, masjid itu harus berfungsi lebih menjadi solusi saat pandemi dengan ikut serta penanganan pencegahan virus covid19. Jadi masjid sudah semestinya menjalankan fungsi sosianya berupaya berperan dalam program vaksinasi. Begitu juga fasilitas umum lainnya harus jadi tempat yang mendekatkan warga agar mudah ke lokasi vaksinasi. Selain itu juga peran komunitas, organisasi masyarakat dan relawan supaya sinergis berinovasi dan kolaborasi menyelenggarakan vaksinasi. Sehingga ketika semua sudah terintergrasi antara jumlah peserta vaksin, vaksinator dan lokasi semuanya diprediksi akan sesuai target.