Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Catur termasuk permainan tertua di dunia. Sejarah mencatat, permainan catur sudah mulai ada sejak abad ke-6 Masehi. Catur diyakini pertama kali muncul di India pada masa pemerintahan raja-raja Gupta. Permainan catur yang tetap eksis saat ini bermula dari permainan perang yang disebut chaturanga di India. Nama chaturanga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti formasi perang dan sering muncul dalam kisah India Mahabharata.
Catur menjadi pilihan sebagian kaum muda dan orang tua untuk mengisi sebentar waktu luangnya. Catur juga dinilai dapat mengasah pola pikir dan mencerdaskan pemainnya. Apalagi catur melawan orang India, negara asal mula catur ada. Terasa ada sensasi tersendiri saat catur melawan langsung pemilik permainannya.
Seperti yang dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si, saat ditanya melalui interaktif online instagramnya bersama junalis koransinarpagijuara.com, permainan atau game online apa yang dapat menambah kepintaran seseorang?…. Kadisdik menjawab “catur melawan orang India. Bermain caturnya diwaktu weekend”
Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, Catur merupakan permainan yang sejak dulu cenderung diminati setiap generasi dan mudah menyebar ke antar negara. Hadirnya catur online yang dapat dimainkan tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Saat ini menjadi diantara pilihan hiburan yang edukatif untuk menghilangkan rasa bosan. Karena lamanya menjalani masa pandemi yang membuat semua gerak manusia dibatasi.
Catur juga terbukti dapat mengarahkan orang supaya terlatih membuat strategi untuk memprediksi rintangan, menghadapi hambatan hingga mencapai tujuan. Selain itu dengan adanya catur online yang menyediakan layanan pilihan dengan siapa dan dari negara mana lawan kita bermain catur. Secara tidak langsung akan meningkatkan pengetahuan karakter dan bahasa warga negara lain. Hal itu nilai positif untuk menumbuhkan pergaulan yang baik antar warga negara di era digital.













