Untuk Rakyat Biasa, Keadilan Bagaikan Mimpi

0

Oleh : Dedeh (Ibu Rumah Tangga)

Wajah ketidakadilan alias kedzaliman makin nyata terlihat di negeri ini, rakyat biasa sudah tidak bisa lagi merasakan keadilan. Hukum dan peradilan makin jauh dari rasa keadilan, beda lagi dengan para pejabat atau orang- orang yang dekat dengan penguasa, meski mereka melanggar hukum tetap ada yang melindungi, misalnya, para koruptor triliunan yang jelas- jelas sangat merugikan jutaan rakyat, tetapi mereka kerap dihukum  ringan, sudah bahkan dapat diskon masa tahanan.  Masih ada yang melenggang bebas. Sebaliknya jika rakyat biasa atau para tokoh agama islam divonis hukuman seberat mungkin. Padahal rakyat biasa hanya mencuri, karena terpaksa  oleh keadaan ekonomi yang sangat sulit seperti sekarang ini. Atau para ulama yang dituduh melanggar ini dan itu, dengan pasal-pasal yang tidak jelas, tetapi tak ada lagi rasa keadilan langsung diproses hukum sampai di sered ke meja hijau. Bagaimana dengan orang- orang atu yang menista agama atau pejabat, pengusaha, artis yang nyata-nyata melanggar prokes sepanjang pandemi ini, sampai detik ini mereka tetap bebas berkaliaran, seakan tak tersentuh hukum, inilah gambararan ketidakadilan negri ini.

Tak bisa mengelak lagi bahwa hidup di dalam sistem kufur buatan manusia ini banyak yang terdzalimi, banyak orang yang tidak mendapatkan keadilan sedikit pun.

Di dalam sistem kapitalis sekular yang menjauhkan manusia dari hakikatnya sebagai makhluk yang kelak dimintai pertanggung jawaban atas seluruh perbuatan yang dilakukan manusia tak bisa lagi membedakan mana yang adil dan mana yang tidak adil. Para kapitalis juga terus menciptakan perang pemikiran sekilas memang di anggap biasa tetapi ini sangat mempengaruhi pola pikir rakyat terlebih lagi lemahnya mental mereka. Hanya sistem islam adalah alternatif yang tepat untuk hal ini.

Ketakwaan individu sangat penting muhasabah seraya mengingatkan mereka akan pengawasan Allah SWT. Yang mengetahui segalanya.kontrol dari masyarakat serta sanksi berat yang berefek jera yang di berikan oleh negara kepada orang- orang yang melanggar hukum, supaya tidak mengulanginya lagi perbuatan serupa. Sangat jelas hanya syariat islamlah yang bisa mencetak individu takwa juga lingkungan masyarakat dan bernegara yang di liputi suasana keimanan untuk mencegah perbuatan- perbuatan yang keji dan zalim.

Wallahu a’lam bisyawab