Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Patut dicatat dan diingat oleh para guru dan kepala sekolah apa yang disampaikan Drs.Dadang Sufyan Saifullah,M.Pd. Kepala Cadisdik Wilayah 1. Dalam “kuliah umum” yang disampaikan pada acara “Revitalisasi Sekolah SMATER” ada sejumlah hal yang bisa jadi pembekalan bagi para guru dan kepala sekolah.
Pertama, Ia mengatakan bahwa menjadi guru dan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan harus berbasis karakter. Karakter moral dan karakter kinerja. Jangan sampai ada GTK yang disiplin, pekerja keras tapi tidak jujur. Atau jujur tapi pemalas. Karakter moral dan kinerja harus terbangun dalam jiwa-jiwa entitas GTK.
Kedua, Ia mengatakan di era abad 21 dibutuhkan sejumlah kompetensi selain karakter di atas. Diantaranya adalah : 1) kompetensi diri yang kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif, 2) kompetensi literatif yakni berwawasan luas, 3) menjadi pribadi produktif, mampu menghasilkan karya bermanfaat dan 4) menjadi pribadi yang banyak memberi, kontributif pada sejumlah permasalahan di sekitar.
Ketiga, Ia mengatakan hindari diri dari “Buta Huruf Fungsional”. Apa itu buta huruf fungsional? Contoh sederhananya adalah orang yang merokok di tempat yang dilarang. Trotoar tempat jalan kaki masyarakat umum dimanfaatkan kepentingan lain. Bisa membaca dan tahu aturan tapi tidak mampu mengikuti aturan malah melanggar.
Keempat, Ia mengajak entitas GTK agar memiliki spirit climber. Apa itu spirit climber? Spirit para GTK agar terus “mendaki” dan bergerak tida henti. Melakukan hal-hal produktif, menaklukan tantangan tugas sebagai aparatur negara bidang pendidikan. Jangan jadi quitters atau pun champers yakni orang yang pesimis dan cepat menyerah saat ada tantangan.
Kelima, Ia menyindir bahwa bila ada GTK yang sangat senang dan semangat menyambut tanggal atau hari libur mengidikasikan Ia bekerja tidak bahagia. Ini satu pernyataan yang “mencubit” entitas GTK. Kerja itu harus bahagia dan bersemangat. Faktanya bila bekerja membuat stress dan tertekan akan sangat buruk pada hasil layanannya.
Sungguh akan sangat baik bila entitas GTK di Jawa Barat bekerja fokus, menyukai pekerjaan dan bahagia mengerjakannya. Ini akan sangat-sangat baik. Orang-orang yang bekerja dengan bahagia akan bekerja melintasi tuntutan formalnya. Ia akan datang paling pagi di tempat kerja dan pulang paling akhir. Mengapa? Karena Ia bahagia dan menikmati. Enjoy, flow dan larut.
Bila ada guru atau kepala sekolah bekerja dalam tekanan dan tidak bahagia bahaya. Dampak yang bisa timbul diantaranya rusaknya karakter kinerja. Malas, terlambat, lola tapi pulang selalu lebih cepat dan bekerja asal-asalan. Karena Ia lebih bahagia di luar dunia kerjanya. Padahal Ia apartur negara bidang layanan publik pendidikan.
Nari kita para GTK, kepala sekolah dan guru khususnya menangkap makna dan pesan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1. Semoga kinerja kita sebagai aparatur pendidikan bisa lebih baik dari hari ke hari. Dimana pun kita bertugas, semuanya adalah ujian dan lahan ibadah. Jabar Juara Lahir Batin hanya bisa diraih oleh entitas GTK yang “wow of the wow”.











