OPINI/Artikel

Melihat Entitas Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia

adminsigiku.com
×

Melihat Entitas Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) adalah satu entitas asosiasi yang murni diisi profesi kepala sekolah. Selain kepala sekolah tidak bisa menjadi anggota AKSI. Tidak sedikit di negeri kita nama organisasi menjual nama guru atau pemuda tetapi didalamnya diurus oleh bukan guru dan bukan pemuda.

AKSI hadir memberi contoh sebuah organisasi atau asosiasi yang semua pengurus dan anggotanya sesuai dengan labelnya yakni kepala sekolah. Ini menjelaskan profesionalisme, komitmen dan karakter satu entitas yang seprofesi. AKSI adalah himpunan entitas kepala sekolah seluruh Indonesia.

Spirit mulia AKSI tertuang dalam MARS dan HYMNE nya yakni mewujudkan pendidikan karakter, melayani, memotivasi, menginspirasi, mengayomi, demi bangsa, berfalsafah Pancasila. AKSI fokus pada niat mulia menciptakan anak didik dan pendidik berkualitas menuju Indonesia jaya.

Hadirnya Era Merdeka Belajar sangat cocok bagi pemerintah untuk lebih fokus pada keberadaan dan pemberdayaan kepala sekolah. Kepala sekolah adalah pemimpin satuan pendidikan yang sangat strategis untuk diberdayakan oleh pemerintah. Mengendalikan pendidikan Indonesia efektif dengan pemberdayaan kepala sekolah.

Ungkapan Prof. Dr. Ibrahim Bafadal menjelasakan bahwa maju mundur sebuah sekolah sangat tergantung kepala sekolah. Anak didik, guru dan tenaga kependidikan yang ada di satuan pendidikan berada dalam rentang kendali kepala sekolah. Kepala sekolah ibarat menteri pendidikan dan kadisdik kecil yang ada di tengah layanan pendidikan masyarakat langsung.

Hadir dan dilantiknya Dr. Praptono sebagai Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan. Cocok untuk “merevitalisasi” peran dan fungsi strategis kepala sekolah. AKSI sebagai entitas kepala sekolah seluruh Indonesia adalah sebuah asosiasi yang harus benar-benar dimanfaatkan oleh Dr. Praptono sebagai Direktur Kepala Sekolah.

Sesuai judul di atas “Melihat Entitas Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia” tentu sama dengan melihat para pemimpin satuan pendidikan yang harus dimanfaatkan oleh pihak pemerintah. Ada pepatah lama yang mengatakan, “Bila ingin menguasai Indonesia maka kuasai TNI angkatan darat”.

Pepatah di atas bila diadaptasi dalam diksi berbeda bisa berbunyi, “Bila ingin mensukseskan pendidikan di Indonesia maka kuasai kepala sekolahnya”. Jangan sampai malah entitas kepala sekolah dikuasasi para kepala daerah sebagai “alat peraga” politik. Kepala sekolah adalah para pemimpin satuan pendidikan yang punya jamaah khas.

Jamaah GTK dan anak didik yang jumlahnya luar biasa adalah media yang bisa digunakan untuk mensukseskan masa depan Indonesia. Sukses masa depan Indonesia ada dilayanan pendidikan pada semua anak didik di negeri ini. Kepala sekolah adalah “sutradara” di setiap satuan pendidikan yang jumlahnya ratusan ribu di seluruh Indonesia.

Jutaan guru dan puluhan juta anak didik terkoneksi dan ditentukan keberadaannya oleh entitas manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah. Melihat asosiasi kepala sekolah seluruh Indonesia identik dengan melihat sebuah kekuatan yang harus digerakan dan disatukan dalam wadah efektif dengan intervensi pemerintah.

Bila organisasi profesi guru kebanyakan bercampur antara guru, non guru bahkan beberapa politisi, maka dalam AKSI tidak ada non kepala sekolah. Semua kepala sekolah setiap hari bersentuhan dengan anak didik dan guru. Benar kata Prof. Ibrahim Bafadal bahwa kepala sekolah adalah “penentu” sukses tidaknya layanan pendidikan.