Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Shopee Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi Jabar dengan percepatan digitalisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kolaborasi itu diwujudkan dengan mengahadirkan Shopee Center yang disinergiskan dengan Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes sebagai pusat edukasi digital dan pemasaran bagi UMKM Jabar.
Lutfi Erizka S.Ikom, Kasi Bina Pemasaran Usaha Ekonomi Masyarakat, Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat menjelaskan hingga saat ini pembagian laptop dan perangkat usaha digital untuk Bumdes dari Shopee masih berlanjut. Kita fokus ke jumlah Bumdes yang sudah ada omsetnya dan usahanya telah berjalan. Tahap pemberiannya melalui seleksi bersama dari patriot desa dan CEO Badan Usaha Milik Desa. Bukan jumlah kuantitas yang kita targetkan, tentang berapa banyak penerima langsung program ini, tapi kualitas dari penerimanya. Ucapnya saat wawancara bersama jurnalis Koran SINAR PAGI di ruang kantor Humas DPMD Jabar
Menurutnya setelah berkunjung ke desa- desa yang memiliki Bumdes dan usahanya beromset melimpah semuanya karena dikelola dengan profesional. Misalnya Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, BUMDes Niagara berhasil meraih omset sebesar Rp.30 miliar. Lalu Badan Usaha Milik Antar Desa atau Bumades Panca Mandala yang mampu bergerak di bidang penyedia jasa jaringan komunikasi internet. Saat ini melayani permintaan pemasangan jaringan internet untuk desa-desa yang ada di kecamatan bahkan se-Kabupaten Tasikmalaya. Dan bumdes di daerah lain yang memperluas usaha bidang kerajinan, lalu dikelola bersama masyarakat dan hasil produknya laku dijual di dalam negeri hingga ke luar negeri. Masih banyak contoh Bumdes lain yang berhasil, namun itu semua tergantung siapa yang memimpinnya, baik dari ketua Bumdes atau kepala desanya?…
Kalau saat ini menyimpulkan data yang ada dari Kabupaten yang masuk wilayah Jabar. Bumdes di wilayah Kabupaten Kuningan yang paling banyak aktif dan produktif Bumdesnya. Jika dibandingkan dengan daerah atau kabupaten lain.
Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan PT. Shopee Internasional Indonesia untuk transformasi desa digital di Jawa Barat terus berlanjut.
Hal itu ditunjukan dengan kembali dibagikannya Program Shopee Center bantuan dari PT. Shopee untuk 124 BUMDes di Kabupaten Kuningan pada tahap 3 (tiga). Pada tahap ketiga ini, pihak shopee Center membagikan berupa Laptop, Banner Roll dan Papan Nama Lembaga BUMDes.
“Kerjasama dengan Shopee Center, diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi desa melalui pemasaran produk-produk BUMDes hingga ke level nasional atau bahkan internasional, sekaligus membantu peningkatan kapasitas SDM BUMDes itu sendiri” tutur Bupati H. Acep Purnama SH MH saat hadir di acara “Pendistribusian Program Shopee Center Tahap III (tiga)”.

Bupati Acep memberikan secara simbolis paket bantuan dari shopee center kepada perwakilan BUMDes di Aula Joglo PGC (Pagar Gunung Campsite) Desa Cibuntu Kecamatan Pasawahan,
Dijelaskan Bupati Acep, Program Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini merupakan hasil kerja sama dengan salah satu online shop terbesar di Indonesia yakni Shopee Center Indonesia. Shopee Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka percepatan digitalisasi UMKM untuk mendorong ekonomi digital di wilayah Jawa Barat.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan, mengucapkan terimakasih kepada DPM Desa Provinsi Jawa Barat serta PT.Shopee yang telah memberikan kepercayaan pendistribusian bantuan program Shopee Center kepada BUMDes yang ada di Kabupaten Kuningan” ucap Bupati.
Lebih lanjut disampaikan Bupati, dengan adanya dukungan dari pemerintah Provinsi Jawa barat serta PT. Shopee Indonesia dengan implementasi program infrastruktur pusat digital desa melalui pendistribusian laptop bagi BUMDes diharapkan menjadi pondasi bagi masyarakat perdesaan untuk memasuki era digital dalam menopang percepatan pembangunan ekonomi pedesaan di Kabupaten Kuningan. Serta dapat mendongkrak kerjasama ekonomi sehingga menjadi satu komunitas yang lebih luas yang saling mengisi, memberi, interkoneksi dan saling menguntungkan.
“Dengan tersedianya pusat digital desa dalam hal ini Shopee Center, pengembangan produk unggulan dan kerajinan hasil usaha komunitas diharapkan dapat berkembang luas menembus pasar nasional maupun internasional searah dengan visi kuningan MAJU berbasis desa tahun 2023 dan kepada pengurus BUMDes agar memanfaatkan bantuan Shopee Center ini sebaik mungkin sesuai peruntukannya yaitu fasilitasi pemasaran produk-produk UKM Perdesaan, agar berdampak pada tumbuh dan berkembangnya pelaku usaha di pedesaan” tutur Acep.
Selain perangkat komputer, pihak Shopee juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM desa. Shopee berencana untuk terus mengevaluasi performa Shopee Center tersebut dan akan melanjutkan distribusi hardware hingga ribuan di masa mendatang.
Pihak Shopee juga akan memfasilitasi setiap unit tersebut dengan dukungan software yang diperlukan. Dukungan bagi UMKM yang disampaikan pada kesempatan kali ini merupakan dukungan lanjutan dari Shopee bersama dengan Pemprov Jabar untuk terus dapat berpartisipasi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Selain penyerahan program tersebut, kedepan akan ada pelatihan dan pembinaan bagi UMKM melalui program Shopee Village Center, yang akan memberikan edukasi dan pendampingan. hal ini akan selaras dengan tagline provinsi Jawa Barat yang di ucapkan Gubernur yaitu tinggal di desa, rejeki kota dan bisnis mendunia.













