Walikota Sukabumi Dorong Kaum Millenial Untuk Jadi Pelaku Tani

0
180

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Pasca melandainya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, Pemerintah Kota Sukabumi, kini tengah berupaya menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat ambruk dalam kurun waktu 2 (dua) tahun terakhir akibat pandemi Covid-19.

“Salah satu pelajaran terpenting yang dapat diambil dari pandemi Covid – 19 selama hampir 2 tahun adalah pentingnya ketahanan pangan, pentingnya penanganan kerawanan pangan, dan pentingnya keamanan pangan, dan peringatan HPS (Hari Pangan Se Dunia) ini merupakan momentum untuk terus menjaga ketahanan pangan,” ucapnya, belum lama ini.

Dijelaskannya, saat ini Kota Sukabumi sulit untuk mewujudkan swasembada pangan karena terbatasnya lahan pertanian, oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk menerapkan inovasi DKP3 yaitu Pekarangan Pangan Lestari atau P2L.

Terkait hal ini, ia meminta kepada DKP3 Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi untuk melakukan kerjasama dengan beberapa daerah yang menjadi produsen pangan, seperti Cianjur dan Karawang.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Sukabumi mendorong para generasi milenial untuk ikut serta menjadi pelaku tani, karena dari total kurang lebih 4.500 petani se – Kota Sukabumi, mayoritas sudah berusia 50 tahun keatas, sehingga diperlukan regenerasi dan diharapkan para milenial dapat melibatkan teknologi dalam pertanian.

Berkaitan dengan upaya ketahanan pangan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi dalam momen HPS membagikan 250 benih tanaman cabai beserta pupuk dan polybag kepada beberapa perwakilan kelompok tani untuk memulai Gerakan Tanam Cabe (Gertabe).

Kepala DKP3, Andri Setiawan, menjelaskan bahwa tema yang diusung dalam HPS tahun ini adalah Aksi Kita, Masa Depan Kita, pastikan pangan kita B2SAH (Beragam, Bergizi Seimbang, Aman dan Halal) untuk Hidup yang Sehat, Aktif dan Produktif Menuju Kota Sukabumi yang Religius, Nyaman dan Sejahtera.