P2TP2A Beri Pendampingan Pada Korban Kekerasan Sexual di Pesantren Tahfidz Madani Cibiru

0

Pewarta : Fitri

Kabupaten Garut – Maraknya kasus kekerasan seksual kepada anak seperti yang terjadi di Pesantren Tahfidz Madani Cibiru, Bandung membuat korban menyebabkan psikologis anak terganggu.

Kepala Dinas PPKBPPPA Garut Yayan Waryana didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Rahmat mengatakan sebagai leading sector dinas, P2TP2A memberikan pendampingan mulai dari pendampingan kesehatan, pendampingan psikologis, pendampingan sosial, pendampingan hukum sampai reintegrasi, bahkan pengamanan korban dari intimidasi terhadap tindakan yang tidak diharapkan.

“P2TP2A telah maksimal memberikan satu layanan yang tadi saya sebutkan beberapa pendampingan terkait dengan bahkan proses peadilan juga kita lakukan pendampingan ke Bandung,” ucapnya, di Kantor PPKBPPPA, Jumat (10/11/12)

Pihaknya sangat prihatin dengan anak-anak sehingga harus dilindungi. Maka dari itu P2TP2A mengedepankan psikologis anak.

Dikatakannya, berbicara tentang korban, kedepannya mudah-mudahan semua lapisan baik pemerintah, Aparat Penegak Hukum atau yang lainnya untuk tetap bisa menjaga privasi korban tertama anak, karena anak akan susah move on dan mempengaruhi psikologi kekerasan terjadi.

Dinas PPKBPPPA tetap respek dan respon dalam segala kasus yang terjadi, responsip artinya jemput bola, namun tak mengedepankan eksistensi untuk muncul karena dinas sendiri berprinsip bahwa kasus perempuan dan anak memiliki sensitivitasnya tinggi sehingga harus betul-betul dijaga.

“Kami tidak mau muncul nama kami tidak mengejar populeritas, tapi lebih mengedepankan Sisi sosialdan kemanusiaan,” tandasnya.