Penulis: (Dwi Arifin, Jurnalis Media Cetak & Online Koran SINAR PAGI)
H, Dedi Supendi S.STP, M.Si, Kepala dinas pendidikan Jawa Barat sempat mengungkapkan dihadapan para kepala sekolah dan bahkan dihadapan wartawan secara langsung. “Kalau perlu ke saya jangan minta bantuan ke orang lain”
Ungkapan ini muncul karena ada orang yang meminta bantuan kepada orang lain untuk berkomunikasi dengan Kadisdik Jabar tentang apa yang diinginkannya. Misalnya untuk melancarkan siswa masuk sekolah, orang tua siswa berkomunikasi dengan orang tua Kadisdik Jabar untuk menyampaikan tentang anaknya yang tidak lulus atau tidak diterima di sekolah yang diminati.
Atau seorang yang ingin melancarkan karirnya dengan meminta bantuan kepada orang lain untuk berkomunikasi dengan Kadisdik Jabar. Seolah-olah ada jalur lain?… padahal sudah ada jalur yang semestinya harus ditempuh seusai aturan yang ada atau seolah-olah ada kesulitan untuk berkomunikasi dengan Kadisdik Jabar secara langsung. Kenyataannya Kadisdik Jabar sangat terbuka untuk berkomunikasi dengan siapapun, bahkan mahasiswa yang mengeluhkan sesuatu kepadanya melalui Direct Message ke instagramnya, beliau merespon sesuai dengan kapasitasnya.
Kalau dicermati dan ditakwilkan ungkapan Kadisdik Jabar tentang “Kalau perlu ke saya jangan minta bantuan ke orang lain”. Memiliki makna yang luas, diantaranya Kadisdik Jabar tidak ingin ada jalur kedekatan dengan seseorang justru digunakan untuk melanggar aturan yang ada. Kadisdik Jabar ingin membuktikan kepada publik sebagai birokrat yang mudah membuka ruang komunikasi dengan berbagi pihak atau Kadisdik Jabar melalui ungkapan tersebut sedang berupaya mengarahkan agar semua orang mengikuti dan patuh kepada prosedur atau aturan yang ada.











