Banjir Bandang, Imbas Proyek Tol Cisumdawu

0
302

Oleh: Elah Hayani
(Ibu Rumah Tangga dan Pengamat Sosial)

Proyek pembangunan tol Cisumdawu
telah menyebabkan terjadinya banjir di beberapa daerah seputar proyek tersebut, seperti banjir bandang yang dialami Kampung Babakan Pasir Tukul Cileunyi Wetan di akhir Desember lalu, atau banjir di Cileles kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, tanpa ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab. Menurut laporan warga setempat, daerah-daerah tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami banjir. Tetapi semenjak ada proyek Tol Cisumdawu, daerah sekitar mengalami banjir sampai ke rumah-rumah, sehingga menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal seperti ini bukanlah pertama kali terjadi. Sebelumnya, Proyek pemerintahan KCIC di KKB telah berdampak buruk terhadap masyarakat. Jikapun proyek pembangunan yang dilakukan adalah untuk kepentingan masyarakat umum, seharusnya dalam prosesnya, pembangunan tersebut tidak sampai merugikan warga. Namun mengapa justru warga lah yang terdampak negatif dengan adanya proyek-proyek tersebut?

Proyek pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, sangat sarat dengan kepentingan ekonomi para pengusaha besar (kapitalis). Demi kepentingan mereka, sering kali kepentingan rakyat pun terabaikan. Keberadaan jalan tol pun ketika sudah beroperasi, tidak dapat digunakan oleh rakyat kecil karena mahalnya harga yang harus dibayarkan.
Padahal seharusnya kepentingan rakyat lah yang didahulukan, karena keberadaan penguasa dipilih oleh rakyat untuk mengurusi kepentingan rakyat seluruhnya.

Namun akibat sistem kapitalisme sekulerisme, justru yang lebih dikedepankan adalah kepentingan para pemilik modal (pengusaha/kapitalis), dibandingkan kepentingan rakyat.

Padahal Islam sebagai sistem hidup yang sempurna, telah menetapkan bahwa:
“… seorang pemimpin adalah penanggung jawab (rakyat nya) dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dia pimpin…”

Beratnya tugas seorang pemimpin, menjadikan nya akan bersikap amanah, dan mengedepankan kepentingan rakyat. Diq terdepan dalm mengayomi dan melindungi rakyat dari keburukan. Dengan bekal ketakwaan lah pemimpin amanah akan hadir di tengah kehidupan kita, sehingga keridhaan Allah pun akan menaungi kehidupan kita, salah satunya adalah terhindar dari bencana-bencana alam, yang diakibatkan oleh tangan-tangan manusia.
Untuk itu, saatnya bagi para penguasa kita untuk bertaubat kepada Allah, dan bersama-sama dengan warga berusaha mewujudkan masyarakat yang bertakwa, yang dilandaskan kepada keimanan, dengan menjalankan aturan-aturan Allah, sehingga terwujud baldatun thayibatun wa rabbun ghafur.

Wallahu a’lam Bu shawwab.

Oleh: elah Hayani
Ibu rumah tangga dan pengamat sosial