OPINI/Artikel

Sinergi AKSI Dan Kemdikbud Ristek

adminsigiku.com
×

Sinergi AKSI Dan Kemdikbud Ristek

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Ketua DPP AKSI dan Dewan Pembina PGRI)

Adalah Mendikbud Ristek Nadiem Makarim sangat terbuka menerima kehadiran Pengurus DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesi (AKSI). Sebuah kehormatan bagi Pengurus DPP AKSI dibawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Asep Tapip Yani, M.Pd.

Sebelum bertemu Mas Menteri, para Pengurus DPP AKSI diterima oleh Dirjen dan Sestijen GTK, Dr, Iwan Syahril dan Prof. Dr. Nunuk Suryani. Kedua pejabat Dirjen GTK ini sangat ramah menyambut dan mengajak dialog.

DPP AKSI yang hadir bersama para pejabat Kemdikbud Ristek Itu adalah Dr. Tapip Yani, Dr. Dudung Nurullah Koswara, Dr (Cand.) Toto Suharya, Dra. Hj. Elis Herawati, M.Pd, Tuti Kurniati, M.Pd. dan Yudi Hendrayadi, M.Pd.

Dialog hangat dibuka oleh Dirjen GTK Bapak Iwan Syahril dan selanjutnya Mendikbud Ristek Nadiem Makarim. Sungguh sangat antusias Mas Menteri menyambut Pengurus DPP AKSI. Dialog pun hangat terjadi dan cukup menyita waktu Sang Menteri.

Beberapa narasi diskusi yang masih Saya ingat diantaranya terkait pentingnya guru penggerak untuk menjadi para pemimpin masa depan sekolahan. Pentingnya para kepala sekolah menjadi aktor utama sukseskan layanan pembelajaran.

Literasi, numerasi dan pendidikan karakter harus terus ditingkatkan. Sejatinya kepala sekolah harus mendorong semua guru agar tercipta proses pembelajaran yang lebih berhamba pada kepentingan masa depan anak didik.

Para kepala sekolah harus menjadi aktor literet yang memberi dukungan hadirnya karya literasi atau best practice yang bisa memenuhi dunia maya. Sejumlah konten negatif bisa “dilawan” dengan sejumlah karya literasi guru yang positif, informatif dan inspiratif.

Entitas kepala sekolah menurut Mas Menteri sangatlah strategis dalam mensukseskan sejumlah program layanan pendidikan. Tujuan pendidikan nasional akan tercapai dengan baik bila semua kepala sekolah berdaya dan kompeten.

Kepala sekolah adalah “Mendikbud Ristek Satuan Pendidikan” yang langsung menyentuh masyarakat dalam layanan pendidikan. Tanpa kepemimpinan pembelajaran yang efektif dari kepala sekolah maka sukses tujuan pendidikan nasional akan terganggu.

DPP AKSI hadir membawa misi sukseskan tujuan pendidikan nasional. Tentu Saja DPP AKSI punya keterbatasan dan perlu kolaborasi dengan sejumlah pihak. Kesiapan Mendikbud menjadi Dewan Pembina dan mengukuhkan Pengurus DPP AKSI adalah sebuah niat baik pemerintah.

Masalah pendidikan di Indonesia akan sukses sangat tergantung dua entitas. Tiada lain adalah kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dan guru sebagai pelayan langsung suksesnya proses pembelajaran. Kepala sekolah dan guru adalah “mendikbud” yang berada di sekolahan.

Tidak ada sekolah buruk dengan kepala sekolah baik. Tidak ada sekolah baik dengan kepala sekolah buruk. Seorang kepala berkelindan dengan bagaimana wajah prestasi layanan pendidikan di sekolah. Tidak mudah menjadi kepala sekolah ideal.

AKSI dan Kemdikbud Ristek berkolaborasi untuk mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Merdeka Belajar, Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, Kurikuklum Merdeka dan platform Merdeka Mengajar menjadi garapan semua ekosistem pendidikan.

Entitas kepala sekolah adalah para Mendikbud Ristek Satuan Pendidikan. AKSI dan Mendikbud Ristek sebaiknya “kopel” tak terpisahkan. Mendikbud Ristek hanya satu tetapi semua kepala sekolah adalah implementor dari apa yang menjadi program terbaik Kemdikbud Ristek.