Pewarta : Ida
Kota Bandung — Rumah Jurnal UIN Bandung bergerak membenahi infrastruktur dan tata kelola publikasi ilmiah menyusul kendala jaringan dan akses situs jurnal yang sempat menjadi catatan asesor.
Ketua Rumah Jurnal UIN Bandung, Hamdan Sugilar, M.Pd., mengatakan pihaknya akan melakukan roadshow ke sejumlah fakultas untuk berkoordinasi langsung dengan para pengelola jurnal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penyelesaian persoalan teknis sekaligus meningkatkan standar kelayakan jurnal.
Hal itu disampaikan Hamdan saat memberikan sambutan dalam Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Nasional Arjuna II di Aula Lecture Hall Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Bandung, Rabu (16/9/2026).
“Guna menyelesaikan berbagai kendala teknis serta meningkatkan standar kelayakan jurnal, kita susun sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan jaringan hingga penyusunan Standar Biaya Khusus (SBK),” ujar Hamdan.
Untuk mengatasi persoalan akses, Rumah Jurnal telah berkoordinasi dengan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Pihaknya juga berencana mengajukan permohonan kepada pimpinan fakultas untuk membangun server baru berbasis fakultas.
“Kami ingin penguatan jejaring IT ini benar – benar andal, sehingga situs jurnal dapat diakses dengan mudah tanpa kendala,” katanya.
Selain infrastruktur, Rumah Jurnal akan melakukan evaluasi tahunan pengelolaan jurnal dengan melibatkan perwakilan dari setiap fakultas. Evaluasi tersebut salah satunya diarahkan untuk menyusun SBK guna menyeragamkan dan melegalkan komponen biaya pengelolaan jurnal, termasuk Article Processing Charge (APC).
Menurut Hamdan, standar biaya diperlukan agar pertanggungjawaban keuangan, baik biaya pengelolaan per artikel maupun per edisi, memiliki mekanisme yang seragam dan transparan saat dilakukan audit.
Pasca pendataan, pengelola jurnal juga diminta mengisi informasi nomor rekening dan APC melalui formulir digital yang disediakan Rumah Jurnal.
Hamdan menegaskan Rumah Jurnal akan memberikan pendampingan kepada para pengelola jurnal, termasuk menjadi penghubung dengan pimpinan universitas apabila terdapat persoalan operasional yang membutuhkan kebijakan strategis.
“Kami siap menjadi jembatan komunikasi dengan pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I dan Wakil Rektor II, apabila ditemukan kendala operasional yang membutuhkan kebijakan strategis,” ujarnya.
Persiapan Akreditasi
Workshop tersebut secara khusus membahas persiapan Akreditasi Jurnal Nasional, termasuk ketentuan terbaru dan sejumlah perubahan yang perlu dipahami pengelola jurnal.
Kegiatan menghadirkan Koordinator Asesor Jurnal Nasional, Tinton Dwi Atmaja, sebagai narasumber dan dipandu Dr. Busro, M.Ag.
Sementara itu, Sekretaris LP2M UIN Bandung, Prof. Dr. Sarbini, M.Ag., mengapresiasi kinerja Rumah Jurnal dan para pengelola jurnal dalam mendorong capaian publikasi ilmiah kampus.
Menurut Sarbini, kontribusi Rumah Jurnal turut mengantarkan UIN Bandung menjadi salah satu PTKIN dengan capaian publikasi bereputasi internasional yang menonjol.
“Rumah Jurnal dan pengelola jurnal berhasil mengantarkan kampus ini meraih posisi puncak dalam publikasi bereputasi internasional di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN),” ujar Sarbini saat membuka workshop.
Ia menyebut UIN Bandung saat ini memiliki sembilan jurnal yang terindeks Scopus. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator kontribusi pengelolaan jurnal terhadap peningkatan reputasi akademik universitas.
Sarbini juga menyebut capaian paten UIN Bandung yang menurutnya menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia, dengan inisiasi yang turut melibatkan tim Rumah Jurnal.
“Selain publikasi jurnal, UIN Bandung juga berhasil mencatatkan rekor capaian paten tertinggi se-Indonesia yang diawali dari inisiasi tim Rumah Jurnal. Kita merasa bangga atas keberhasilan Rumah Jurnal yang mampu mendongkrak capaian akademis universitas,” katanya.
Di sisi lain, Sarbini menyoroti beban kerja pengelola jurnal yang dinilainya belum sepenuhnya sebanding dengan insentif yang diterima. Karena itu, ia mendorong penyusunan SBK sebagai salah satu upaya memperjelas pembiayaan sekaligus mendukung kesejahteraan pengelola jurnal.
Ia juga mendorong pengelola jurnal terus meningkatkan kolaborasi dan kualitas publikasi untuk memperbesar angka sitasi sebagai salah satu indikator daya saing akademik di tingkat internasional.
“Ayo kita terus berinovasi dan membangun kolaborasi guna meningkatkan angka sitasi, yang menjadi pendorong utama daya saing kampus di tingkat internasional,” ujar Sarbini.













