Ragam

Ada Modal Riset & Inovasi Rp.300 Juta di BRIN, Pemenang Lomba TTG tahun 2022 Diprioritaskan ?

adminsigiku.com
×

Ada Modal Riset & Inovasi Rp.300 Juta di BRIN, Pemenang Lomba TTG tahun 2022 Diprioritaskan ?

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin-Fitri

Koran Sinar Pagi (Garut)-, Sebanyak 9 kab/kota di wilayah priangan difasilitasi oleh pihak DPMD Provinsi untuk pengembangan inovasi desa. Acara tersebut berlangsung di Hotel Santika Cipanas Garut (02/06/2022)

Kesembilan Kabupaten/kota tersebut, yaitu Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Pangandaran, Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Banjar, dan Kota Tasikmalaya.

Sebelumnya, 18 kab/kota lainnya juga mendapat pembinaan serupa yang diselenggarakan di 2 (dua) tempat berbeda, yakni Kabupaten Bogor dan Cirebon. Seperti halnya kegiatan minggu lalu, pembinaan kali ini masih menyasar kalangan pejabat Kabupaten/kota yang membidangi Teknolgi Tepat Guna atau TTG, Tenaga Ahli TTG, dan para inovator.

Peniliti teknologi tepat guna dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arie Sudaryanto setelah memaparkan materi Pengembangan & Pemanfaatan Hasil Riset serta Inovasi TTG. Selanjutnya sempat mensosialisasikan tentang program BRIN perihal bantuan modal penelitian dan inovasi senilai Rp.200-300 Juta.

Bantuan itu bisa digunakan untuk modal riset & inovasi hingga mengurus hak kekayaan intelektualnya. Jadi nanti kalua ada program riset dan inovasi dari masyarakat, mereka bisa mengajukan untuk memperoleh bantuannya. Proses pengajuannya online dan juknisnya ada pada bidang pembiayaan riset dan inovasi BRIN.

“Diantara syaratnya harus menyertakan periset dari BRIN dan ditanda tangani oleh kepala risetnya. Nanti ada pendampingan menjemen usaha atau bisnis, setelah ada usulan dan mengikuti trening, Semoga para juara TTG dapat menciptakan unit usaha mandiri,” jelasnya

Menurutnya program bantuan itu bukan untuk individu dan seleksinya agak ketat, karena terbuka untuk se Indonesia, ini sudah berjalan sejak 2021. Progam BRIN cocok dengan program DPMD tentang inovasi. Maka nantinya para champion diarahkan untuk mengikuti seleksi dengan cara mengirimkan proposalnya, kalau tidak lolos tahun ini dicoba lagi gelombang selanjutnya,” ungkapnya