Pewarta : Sermon Simanihuruk
Koran SINAR PAGI, BANGKA,- Mulkan SH.MH.membuka Kegiatan Focus Group Discusion (FGD) tentang Pemanfaatan lahan eks tambang untuk peningkatan perekonomian rakyat melalui ketahanan pangan di Hotel Novilla Ruang Walet Emas , Selasa (19/07/2022).
pada acara tersebut dihadiri Bupati Bangka, Mulkan, SH, MH, Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, S.Ip, M.tr.Ip, para Kepala OPD Pemkab Bangka, Kabag Perekonomian Setda Bangka, Rudiansyah, para Kabid dan Kasi, para peserta FGD yang berasal dari ASN, Swasta, dan Pengusaha.
Rudiansyah sebagai ketua penitia pesanan dan selaku Kabag Perekonomian Setda Bangka, saat menyampaikan laporan panitia menjelaskan, bahwa pada hari ini diadakan acara FGD pemanfaatan lahan eks tambang untuk peningkatan perekonomian rakyat melalui ketahanan pangan.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dan mensejahterakan masyarakat melalui program ketahanan pangan.”Dengan pemanfaatan lahan eks tambang pasca pandemi covid -19. Dampak dari pandemi tersebut, banyak usaha-usaha masyarakat yang ditutup. Mengakibatkan perekonomian masyarakat menurun,” kata Rudiansyah.
Lanjutnya , maka dari itu Pemkab Bangka mencoba membuat langkah-langkah usaha dan program pembangunan dengan cara merevitalisasi tempat pemanfaatan lahan eks tambang. Sebagai upaya dalam sektor pertanian untuk ketahanan pangan,Dengan demikian diharapkan lahan eks tambang tersebut dapat dijadikan lahan pertanian sebagai upaya untuk peningkatan usaha perekonomian masyarakat di kabupaten bangka.
Bupati Bangka Mulkan, SH, MH dalam sambutanya mengatakan, saat ini masyarakat masih terfokus pada masalah pertambangan yang ada di Kabupaten Bangka. Tetapi sesuai dengan kontrak karya yang dimiliki oleh PT Timah nanti, bagi tambang darat nanti berakhir sampai tahun 2025, dan mungkin nanti beralih keteambang laut karna iup PT timah masih banyak dilaut.
Ada perbedaan 2 tahun dengan kontrak karya yang dimiliki oleh PT timah. Sehingga dengan adanya pasca tambang ini lah bagiamana kita nanti untuk dapat memanfaatkan terhadap eks tambang-tambang kita saat ini. Sampai hari ini masih terganjal, dan belum kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya,
Dengan adanya pabrik pengolahan tapioka yang ada di Kabupaten Bangka ini, yang mana lahan tempat penanaman ubi casesa tersebut, yang mana merupakan lahan eks tambang timah. Dengan pemanfaatan lahan eks tambang timah itu, diharapkan dapat meningkatkan usaha bagi perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten Bangka.
Langkah kita kedepan untuk dapat membangun ketahanan pangan kita, bahwa saat ini permintaan atas sagu tapioka kita baik didalam negeri maupun di luar negeri sangat luar biasa.
Walaupun saat ini khusus di indonesia sendiri masih identik dengan nasi, tetapi untuk ke depan langkah ini harus kita lakukan secara maksimal, terutama untuk lahan-lahan eks tambang kita agar dapat produktif dan menghasilkan suatu terobosan peningkatan perekonomian masyarakat kita khususnya di kabupaten bangka,kata Mulkan.
