Camat Parungpanjang Inspiratif

0

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)

Luar biasa saat dialog dengan Icang Aliudin, Camat Parungpanjang, Kab Bogor. Ia merintis karir dari guru SD. Kini jadi Kepala Wilayah Kecamatan Parungpanjang, sebuah wilayah terunik di Jawa Barat.

Dalam diskusi bersama anak didik dan pendidik di SMAN 1 Parungpanjang banyak kisah inspiratif yang bisa kita teladani. Sosok Camat yang humble, rame, humoris dan egaliter.

Awalnya orang akan menduga sosok Camat yang satu ini jutek dan jaim karena khas kumis beliau yang hitam tebal. Namun ternyata kita salah duga, beliau sangat ramah dan asyik diajak dialog.

Diantara sisi inspiratif yang dapat kita maknai dari narasi dialog Beliau adalah Ia lahir dari keluarga kurang mampu. Masa kecil kurang gizi dan kurang jajan. Tidak seindah anak zaman sekarang.

Icang kecil kalau mau makan enak, Ia harus ngurek dan mancing di sungai. Ikan sungai dan belut menjadi santapan makannya. Ia anak kekurangan dari segi ekonomi keluarga.

Namun semangat Icang kecil untuk belajar luar biasa. Sampai akhirnya Ia bisa menjadi seorang guru PNS. Ini satu lompatan status yang luar biasa bagi keluarganya.

Bahkan kini Icang dewasa bisa menjadi Camat di Kecamatan Parungpanjang. Sejumlah pengalaman pahit manisnya bisa menjadi inspirasi bagi yang lain.

Ia pun mengatakan betapa pentingnya bangsa kita menguatkan kolaborasi bukan hanya jago sendirian. Bulutangkis kita sering juara, tapi kalau sepak bola susah juara.

Icang mengatakan sepak bola adalah simbol kolaborasi. Bila kolaborasi baik dalam berbagai elemen kehidupan kita akan sukses. Hebat bersama itu penting kata Icang. Hebat sendirian itu biasa.

Bahkan dihadapan anak didik Icang mengatakan semua agama punya tujuan yang sangat baik bagi kehidupan manusia. Kuatkan rasa kebangsaan dan toleransi. Kita semua ingin masuk Surga.

Baginya pintu Surga itu banyak, silahkan masuk dengan caranya, dengan amal baik kita dan agama agama yang kita anut. Menjadi manusia yang kolaboratif, cinta kebangsaan dan berprestasi itu penting.

Icang pun menjelaskan bahwa keterbatasan dan kekurangan gizi saat kecil tak membuatnya putus asa untuk belajar dan meraih cita cita. Camat Icang Aliudin sosok yang enerjik dan rendah hati. Sukses Bapak Camat.