Bursa Lowongan Kerja (Job Fair), Bisakah Menyelesaikan Masalah Pengangguran ?

0
221

Oleh : Yuli Shabira (Ibu Rumah Tangga/Pengamat Sosial)

Susahnya mencari kerja sebelum pandemi dan apalagi setelah 2 tahun lebih pandemi Covid 19, sangat dirasakan sekali oleh semua kalangan masyarakat, baik laki laki maupun perempuan, terutama yang dalam usia muda yang masih produktif.

Masyarakat yang menganggur dan tidak punya pekerjaan tetap, memiliki kehidupan yang sangat sulit ketika dihadapkan dengan tidak bekerja, akan menambah sulit apalagi untuk keluarga yang mempunyai anak, harus memenuhi kebutuhan hidup mulai dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Hal ini semakin meningkatkan jumlah penduduk miskin di Indonesia, yang berdasarkan Badan Pusat statistik ( BPS ) pada bulan Maret 2022, berjumlah sebanyak 26,16 juta orang.

Untuk menekan angka pengangguran, pemerintah mencari solusi dengan berbagai cara yg efektif, di berbagai sektor, diantaranya adalah dengan mengadakan acara Job Fair (bursa lowongan kerja ), yang bekerjasama dengan beberapa perusahaan swasta atau asing. Adanya penyelenggaraan Job Fair ini tentu saja disambut oleh masyarakat dengan sangat antusias, semata untuk mencari peluang pekerjaan yang mungkin ada.

Miris memang, di tengah kekayaan sumber daya alam yang sangat luar biasa yang dimiliki Indonesia, melimpah ruah mulai dari yang ada di dalam tanah, lautan hingga hutannya, tetapi masyarakatnya masih sangatlah susah untuk mendapatkan pekerjaan, hingga banyak yang sampai harus menjadi TKI atau TKW di luar negeri, yang tidak jarang beresiko terlunta-lunta di negeri orang, bahkan menjadi korban perdagangan manusia hingga korban ketidakadilan lainnya.
Semua itu dilakukan sekadar untuk memenuhi kehidupannya secara layak, baik kebutuhan sandang, pangan, dan papan, serta pendidikan dan kesehatan.

Semua ini terjadi karena sumber daya alam yang melimpah tersebut dikelola oleh swasta dalam dan luar negeri. Melalui kebijakan privatisasi dan investasi asing, eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam Indonesia dengan segala keuntungannya, akhirnya hanya dikuasai oleh para kapitalis, dalam dan luar negeri, sehingga tidak kembali kepada rakyat dan tidak dapat mensejahterakan mereka. Selain itu, kebijakan pasar bebas dan bolehnya tenaga kerja asing masuk secara leluasa ke Indonesia, semakin memperparah kesulitan rakyat dalam mendapatkan pekerjaan, karena harus bersaing dengan TKA yang berdatangan. Inilah akibat penerapan sistem kapitalisme liberalisme, yang lebih mementingkan para kapitalis (dalam dan luar negeri), dan mengabaikan kepentingan rakyat. Negara menyerahkan kepada setiap individu rakyat untuk menyelesaikan masalah pekerjaan ini, dan hanya berfungsi sebagai regulator, tanpa memastikan apakah masyarakatnya bekerja atau tidak, apakah bisa memenuhi kebutuhan hidupnya atau tidak, sehingga mengakibatkan jurang kesengsaraan dan kemiskinan yang semakin dalam.

Sebagai seorang muslim, tentu kita harus memahami bagaimana aturan Islam memberi solusi terhadap masalah pengangguran ini. Di dalam sistem Islam, seorang pemimpin bertanggungjawab untuk mengurusi rakyatnya dalam semua aspek kehidupan, seperti pendidikan dan kesehatan yang pelayanannya disediakan secara gratis tapi tetap berkualitas, yang ditopang oleh kekuatan dan kemandirian perekonomian, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam oleh negara, untuk dikembalikan hasilnya bagi kesejahteraan rakyat, karena hakikatnya merupakan milik umum. Negara juga bertanggung jawab menyediakan lapangan pekerjaan, sebagai jalan bagi rakyat dalam memenuhi kebutuhannya. Inilah yang akan menjamin keberlangsungan kebutuhan hidup masyarakatnya, dan menjadikan masyarakat yang adil, aman, dan sejahtera, dan tidak menzhalimi rakyatnya, apabila Islam diterapkan dalam sebuah institusi negara sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, dengan kekuatan seorang pemimpin yang adil dan amanah.

Allah berfirman :
” Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, akan kami limpahkan berkah dari bumi dan langit, tetapi ternyata mereka mendustakan ( ayat ayat kami), maka kami akan siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. ( TQs. Al – Araf (7) ayat 96.).

Rasullulah saw. pun bersabda :
” Siapa saja di antara kalian yang bangun dalam keadaan diri dan keluarganya aman, fisiknya sehat, dan mempunyai makanan untuk hari raya ini, ia seolah olah mendapatkan dunia ( H.R. at. Tarmidzi ).

Wallahu a’llam bisawwab