Pewarta : Ok
Koran SINAR PAGI, Kab. Tulungagung,- Siapa yang menggerakan hati anak – anak itu, di pagi hari sekira pukul 08.30 WIB 17 Agustus 2022. Seperti biasa anak anak panggil panggil dengan suara khasnya “Pak Anang..Pak Anang!!”
Bergegaslah Pak Anang menemui anak – anak tersebut dan membibingnya, “Nak panggil teman temanmu segeralah berkumpul bersama di halaman sini” Ujarnya Pak Anang kepada anak yang memanggilnya.
“Iya Pak saya pangil teman teman yang lainnya” Jawabnya beberapa anak yang panggil Pak Anang.
Kembalilah anak – anak tersebut dengan membawa teman – temanya 20 dan berkumpul di halaman Mushola Nurul Huda Jepun Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung Jawa Timur,
Begitu kreatifnya Pak Anang segera cekatan membimbing anak – anak tersebut untuk mencari blek roti bekas, tongkat dan bendera merah putih.
Alat yang dibutuhkan segeralah terkumpul dan lanjut Pak Anang mengarahkan anak tersebut berbaris untuk mengikuti Upacara 17 Agustus 2022 di hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 di Halaman Mushola.
Terlihat anak anak yang masih polos tersebut semangat mengikuti Upacara memberikan penghormatan pada Bendera Merah Putih di iringi lagu Indonesia Raya dan dibimbing dari salah satu anak itu juga.
Diselang Upacara, barulah Pak Anang mengingatkan tentang hakekat perjuangan para pahlawan dan pendahulu dalam memerdekakan negeri ini dari penjajahan. Mulai usaha Portugis, kemudian Inggris, Belanda, Jepang. Hingga kemudian berhasil memerdekakan negeri ini genap 77 tahun yang lalu.
Rampung upacara. Selanjutnya kegiatan permainan mengalir begitu saja tanpa ada rencana. Blek roti dan galon air ditalikan di tubuh anak – anak. Jadilah pawai keliling drum blek dengan menyanyikan lagu 17 Agustus tahun 45 di sepanjang gang I di Mastrip itu membuat orang- orang sepanjang gang keluar untuk melihatnya.
Nasib drum blek dipukuli sekeras-kerasnya. Hingga babak belur tak berbentuk. Kemudian rombongan itu mampir sebentar di Joglo Sendang Kamulyan art space, bahasa keren untuk rumah tinggal Pak Anang. Berpose dan menyanyikan lagu kebangsaan kemudian berakhir kembali di halaman Mushola Nurul Huda.
“Anak – anak itu , sekali lagi, benar – benar memberikan semangat yang tak terkira”
Maka, sebagaimana pesan guru kami, Abi Ihya’ di tausiyah beberapa bulan lalu, demikian pula nasehat yang sama oleh Cak Nun sampaikan, bahwa hidup adalah soal ketulusan, khidmah, dan keikhlasan dalam perjuangan.
“Cak Nun yang saya membersamai beliau di acara Sinau Bareng di Gumul Kediri Senin 15 Agustus 2022 kemarin malam, juga menekankan perasaan husnudzon selalu kepada Alloh” Ujarnya Pak Anang yang juga berprofesi sebagai Guru Seni dan Budaya di SMKN 1 Boyolangu.













