Pewarta : Jeky
Koran Sinar Pagi, Sumedang – Salah satu desa di bagian Timur Sumedang ini berpotensi jadi pusat Kepurbakalaan ( Arkeologi) untuk wilayah Kab Sumedang, Jawa Barat, pasal nya desa bernama Jembarwangi itu sejak tahun 2004 sudah dikunjungi para ahli Arkeologi dari ITB hingga German.
Kedatangan ahli arkeologi ITB dan German itu dibeberkan Kepala Desa Jembarwangi, Kec. Tomo, Pitriani Dewi, saat dijumpai koransinarpagijuara.com, di ruang kerjanya, Selasa, ( 27/9/22).
” Sejak tahun 2004 sudah ada ahli arkeologi dari ITB dan German datang ke Desa Jembarwangi untuk melakukan penelitian kepurbakalaan di desa ini. Saat itu saya sudah menjadi kepala desa karena saya menjadi kades sejak tahun 1999″ , ujar Dewi.

Ditandaskannya, awal kedatangan mereka ke desa nya karena ada ahli arkeologi yang saat melintasi area Jatigede dari atas melihat bila desa nya dulu jutaan tahun silam merupakan perlintasan sungai, itu terlihat dari struktur tanah yang berbeda dengan struktur tanah pada umum nya.
” Untuk struktur tanah para aihli arkeologi itu pasti lebih tahu. Dan sejak tahun 2004 para ahli itu datang ke desa kami untuk melakukan penelitian kepurbakalaan”, terang nya.
Ujung nya di desa nya ditemukan fosil benda – benda kepurbakalan berupa potongan Gajah Purbaka, Buaya Purbakala dan Kura – kura Purbakala.
” Untuk Kura – kura purbakala panjang nya ada satu meter dan lebar nya 80 centimeter”, terang nya.
Dan untuk hewan purbakala itu bermula ditemukan dari potongan – potongan benda yang nampak seperti benda biasa, namun para ahli arkeologi itu tahu bila potongan – potongan itu merupakan fosil dan bagian – bagian tertentu dari tubuh hewan purbakala tersebut.
” Kini sebagian fosil – fosil benda purbakala itu ada di musium arkeologi Bandung”, jelas nya.

Sementara itu Ketua Satgas Kepurbakalaan Desa Jembawangi, Enco, yang dibentuk Kades Jembarwangi menunjukan bila selain hewan purbakala juga ditemukan fosil tumbuhan purbakala.
” Selain hewan juga ada fosil tumbuhan purbakala”, ujar Enco sambil menujukan potongan pohon dimaksud yang sudah mengeras seperti batu yang disimpan ditempat khusus.
Bahkan kata dia, juga ditemukan serpihan – serpihan seperti batu hitam mengkilat diduga dari pohon purbakala yang bila dibakar menimbulkan aroma bau kemenyan.
Kini beberapa potongan fosil hewan purbakala dan tumbuhan purbakala itu dari pantauan wartawan disimpan rapih di salah satu ruangan Kantor Desa Jembarwangi.
” Mudah – mudah penemuan benda benda kepurbakalaan itu menjadi daya tarik wisata Kabupaten Sumedang, khusus nya untuk Desa Jembarwangi”, pungkas nya.
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/29/ferdy-sambo-farel-prayoga-masa-kejayaan-kehancuran-dipergilirkan-antara-manusia/
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/














