Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah / FKDT Kecamatan Ciparay Bersama Kemenag Kabupaten Bandung melaksanakan pembinaan kepala madrasah Diniyah Takmiliyah dan sosialisasi kurikulum metode pembelajaran Arab Pegon. Acara berlangsung di Aula masjid Al Karomah, Jl. Raya Laswi No.380 Gunungleutik Kecamatan Ciparay, Kabupaten BandungĀ (6 Robiul Awal 1444 hijriah / 2 oktober 2022)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung H.Abdurahim, S.Ag., M.Si menyampaikan apresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah bersama Kemenag Kabupaten Bandung. Karena Kepala Madrasah/Ustadz/dzah/guru-guru di MDT adalah para penggerak pendidikan keagamaan, jelasnya kepada media cetak & online Koran SINAR PAGI

Kepada para peserta yang hadir, Kemenag Kabupaten Bandung berharap para pengelola madrasah agar memiliki tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh para ustad dan pendidik, yaitu skill ofĀ thinking (Keterampilan berfikir), skill of speaking (keterampilan berbicara), dan skill of behaviour (keterampilan berprilaku)
“Para guru wajib memiliki tiga kemampuan dasar, yaitu skill of thinking, skill of speaking, dan skill of behaviour. Tidak akan menjadi guru bila tidak memiliki ilmu, jika tidak paham tentang ilmu. Para Guru harus memiliki kemampuan di bidang intelektual. Jika sudah menjadi guru harus diiringi dengan keilmuan yang senantiasa melekat,ā ungkapnya
Menurutnya, kegiatan ini sangat diperlukan karena salah satu ikhtiar agar ilmu intelektual dapat bertambah. Menambah ilmu itu merupakan ciri profesionalisme. Seorang guru atau pendidikĀ yang profesional harus cerdas. āGuru juga harus memiliki kemampuan bicara yang sangat penting. Bicaralah yang baik, jika tidak bisa mending diam. Maka jika menggunakan media sosial, hati-hati tangan bisa menjadi permasalahan,ā jelasnya.
Terakhir, skill yang harus dimiliki adalah skill of behaviour. Guru harus memiliki kemampuan berakhlak yang baik, karena akan ditiru oleh anak-anak murid. Bahwa para usyadz adalah guru yang memiliki ciri khas berakhlak dan tingkah laku yang baik.

H.Abdurahim, S.Ag, M.Si juga mengajak agar setiap guru hadir menjadi teladan dalam menjaga kerukunan beragama ditengah kehidupan masyarakat. Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan.
“Toleransi merupakan bagian dari Moderasi Beragama. Sedangkan Moderasi Beragama adalah salah satu program prioritas di Kementerian Agama. Toleransi dengan mengutamakan nilai islam, Rahmatan Lil Alamin. Islam menjadi rahmat bagi siapapun dan bagi apapun itu,ā ucapnya
H.Abdurahim, S.Ag, M.Si Ā menyimpulkan ada sembilan kata kunci untuk dapat dipahami dalam menerapkan moderasi beragama yang meliputi kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormataan kapada tradisi.
āKita harus terus bergerak untuk meneguhkan nilai-nilai Rahmatan lil alamin dalam kebhinnekaan, menjadi landasan gerak bersama dalam publikasi Moderasi Beragama pada lembaga pendidikan keagamaan,ākatanya
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/29/ferdy-sambo-farel-prayoga-masa-kejayaan-kehancuran-dipergilirkan-antara-manusia/
Ulama BKPRMI Jawa Barat Programkan āSegitiga Emas Pendidikan Sejak Diniā


