Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Banyumas)-, Gerakan Pramuka Ambalan Sunan Giri-Dewi Sartika, pangkalan SMK Ma’arif NU 1 Cilongok menyelenggarakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus Peringatan Hari Lahir Gugus depan yang ke-32, pada Sabtu-Minggu (1-2 Oktober 2022) di aula sekolah setempat. Kegiatan ini dihadiri sekitar 110 peserta terdiri dari Dewan Ambalan, Sangga Aditama, Calon Penegak Bantara, perwakilan Organisasi, dan dimeriahkan oleh Group Hadroh Syifaul Qulub SMK Ma’arif NU 1 Cilongok. Turut hadir juga Pembina Pramuka, Kepala Sekolah dan Pembina dari masing-masing organisasi.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah H Fathul Aziz, S.Ag selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus). Dalam sambutannya ia menyampaikan pesan untuk para peserta yang hadir, khususnya untuk Anggota Gerakan Pramuka.
“Semoga dengan bersama-sama kita memperingati hari lahir atau hari ulang tahun ke-32 gugus depan SMK Ma’arif NU 1 Cilongok ini, nilai-nilai yang ada dalam pramuka, kita setidaknya bisa kita aplikasikan dalam kehidupan keseharian sebagai pelaksanaan dan pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma.
“Kalau kita kaji satu per satu, syariat Islam pada hakikatnya akan ketemu ketika kita bicara tentang Dasa Dharma dan Tri Satya. Inti manusia sebagai seorang hamba adalah bagaimana kita mengabdikan diri kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” jelas H Fathul Aziz, S.Ag
Sementara Linda Fatur Rokhmah selaku ketua sangga kerja menjelaskan rangkaian kegiatan ini terdiri dari berbagai kegiatan mulai registrasi, upacara adat, pembukaan, Materi Manajemen Berorganisasi, Ibadah dan doa bersama, pembacaan maulid, refleksi peringatan harlah gudep, pemotongan tumpeng, sarasehan, senam pagi, upacara adat dan penutupan.
“Kegiatan pemotongan tumpeng merupakan sebagai salah satu simbol diperingatinya Hari Lahir Gugus depan SMK Ma’arif NU 1 Cilongok yang ke 32”. pungkasnya.
Linda juga menyampaikan Mengani tema dari kegiatan ini yaitu Melalui Peringatan Hari Lahir Gugus depan kita kuatkan tali persaudaraan.
Kegiatan ini ditutup oleh Pembina pramuka Ali Imron, S.kom Minggu (02-10-2022).
“Kami mengucapkan Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan Peringatan Hari Lahir Gugus depan yang ke-32 dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK Ma’arif NU 1 Cilongok,” katanya
informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, Tri Satya berasal dari dua kata, yaitu “Tri” yang berarti tiga dan “Satya” yang berarti janji. Jadi, Tri Satya adalah tiga janji yang mendasari gerakan pramuka.
Isi Tri Satya Pramuka poin pertama memiliki makna yang berkaitan erat dengan ketuhanan, negara, dan pancasila. Di mana setiap anggota pramuka wajib memercayai keberadaan Tuhan atau memeluk satu agama, sehingga dapat memenuhi kewajiban sebagai makhluk ber-Tuhan yang menjalankan perintah dan menghindari segala larangan agama.
Isi dari Tri Satya adalah sebagai berikut:
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
3. Menepati Dasa Dharma
Sedangkan, Dasa Darma Pramuka berarti “dasa darma” dapat dilihat dari dua kata, yaitu dasa dan darma. Secara bahasa, arti kata dasa adalah 10 ( sepuluh). Arti kata darma adalah perbuatan baik, terpuji dan mulia.
Jadi, pengertian dasa darma adalah sepuluh tindakan terpuji atau mulia yang harus ditanamkan dan dijadikan pedoman oleh masing-masing anggota Pramuka. Jadi diharapkan, dengan mengamalkan dasa darma, mereka dapat menanamkan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.
Dalam buku Wawasan Kepramukaan dijelaskan bahwa dasa darma memuat pokok-pokok moral yang menjadi dasar anggota Pramuka dalam menjalankan tugas. Terdapat 10 poin penting isi dasa darma yang wajib dihafal, dipahami, dan dijadikan pedoman hidup, berikut di antaranya:
Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
Patriot yang sopan dan ksatria
Patuh dan suka bermusyawarah
Rela menolong dan tabah
Rajin, terampil dan gembira
Hemat, cermat dan bersahaja
Disiplin, berani dan setia
Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Sekolah Swasta Tidak Menikmati Kemajuan Dunia Pendidikan Karena Kebijakan Yayasan & Pemerintah
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/29/ferdy-sambo-farel-prayoga-masa-kejayaan-kehancuran-dipergilirkan-antara-manusia/


