Warga Desa Sapanan Mengaku Kecewa Terhadap BPBD Jeneponto, Ini Sebabnya ….

0
266

Pewarta : Awing

Kabupaten Jeneponto – Janji BPBD Kabupaten Jeneponto untuk membantu ternak bagi para korban bencana alam yang melanda Desa Sapanan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Tahun 2019 lalu, dinilai tidak sesuai dengan harapan, pasalnya, jenis ternak yang diberikan berupa hewan ternak Itik, sementara desa lain yang juga dilanda bencana namun tidak separah yang terjadi di Desa Sapanan, mendapat bantuan hewan ternak Sapi.

Terkait hal ini Kepala Desa Sapanan, Lukman Nagga saat ditemui diruang kerjanya menerangkan, sebelumnya, pihaknya didatangi oleh Kabid di BPBD Jeneponto, yang membidangi bantuan paska bencana yang mengabarkan bahwa ada bantuan berupa ternak Itik bagi warga terdampak bencana.

“Saat itu, Pak Kabid tidak menjelaskan bahwa ada dua jenis hewan ternak untuk program bantuan tersebut, yakni Itik dan Sapi, andaikan dia menawarkan pilihan, pasti saya pilih sapi, tapi dia bilang hanya ternak Itik, ya.. saya iyakan saja,” ujarnya.

Namun, ternyata, lanjutnya, ada desa lain yang juga yang akan menerima bantuan ternak dari BPBD, tapi bedanya, desa ini akan menerima Hewan Ternak Sapi.

Hal ini tentu membuat Warga Desa Sapanan cemburu, mereka menilai ada yang tidak jelas dalam menentukan pemberian bantuan bagi warga terdampak bencana.

“Kok bisa Desa Palajau, Kec.Arungkeke dan Desa Bangkala Loe, Kec.Bonto Ramba mendapat bantuan Sapi, padahal bencana alam yang kami alami lebih besar, ini jelas jelas tidak sesuai harapan masyarakat kami,” tutur Lukman.

Jamal, salah satu warga Desa Sapanan mengaku kecewa dan merasa desanya dianaktirikan oleh BPBD Jeneponto.

“Jika memang benar ada, bantuan ternak Itik itu sangat tidak sesuai, karena Desa Sapanan jadi pusat bencana alam Tahun 2019 lalu, seharusnya desa kami mendapat bantuan Sapi, pemerintah seharusnya jeli melihat mana yang terdampak bencana lebih besar,” katanya.

Saat kepala desa didampingi beberapa warga ingin menyampaikan keluhan warga ini kepada Kabid di BPBD, yang bersangkutan sedang tidak berada ditempat, menurut informasi sedang sakit.

Untuk diketahui, Bencana Alam yang melanda kawasan Desa Sapanan, Kecamatan Binamu pada Tahun 2019 lalu, dampaknya masih dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini, terdapat korban jiwa kurang lebih 10 orang, banyak bangunan rumah warga serta fasilitas umum, salah satunya gedung sekolah yang porak poranda akibat bencana tersebut.