Pewarta A Y Saputra
Kabupaten Ciamis – Kepala desa Bantardawa Kecamatan Purwadadi Dena Suparman yang menjabat dua periode sejak pemilihan kepala desa PAW dan sekarang menjabat kembali sebagai kepala desa Bantardawa Definitif,kepala desa menyayangkan kepengurusan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Mulya Mandiri diduga ada yang di tutup tutupi Selasa (11/10/2022)
Kepala desa Bantardawa Dena Suparman saat di ditemui di ruang kerjanya mengatakan kronologis terungkapnya melalui laporan BPD sempat saya tanyakan kepada ketua dalam bentuk apa alokasi BUMDes disalurkan dan jawabanya melalui simpan pinjam,ada keluhan Masyarakat Desa Bantardawa kepada saya,untuk mengajukan pinjaman ke BUMDes untuk tambahan modal usaha namun jawaban BUMDes tidak ada uang.
“Ekonomi di masyarakat saat ini sangat lemah paska dilanda wabah Covid-19 berberapa tahun lamanya dan sebagian warga sangat membutuhkan modal,mereka menemui pengurus BUMDes dengan harapan mendapatkan pinjaman, namun jawaban dari pengurus Bumdes mengatakan tidak ada uang, pernah saya menanyakan langsung kepada pengurus BUMDes tentang catatan pembukuan keuangan,namun mendapat jawaban secara lisan bukan secara tertulis”, ungkapnya
Lebih lanjut Dena mengatakan, sejak menjabat PAW Kepala Desa SK kepengurusan lama sudah habis tahun 2021 namun Ketua BUMDes belum menyerahkan catatan maupun laporan keuangan, sampai sekarang saya sudah menjabat kepala desa definitif pun belum menerima laporan tertulis tersebut, padahal laporan tersebut akan menjadi bahan dasar serah Terima dari jabatan kepengurusan lama kepada pengurus yang baru, kami berharap kepada pengurus Bumdes lama untuk berniat baik dan segera membuat laporan keuangan, supaya bisa segera mungkin melantik kepengurusan yang baru.Tandasnya.
Ketua BUMDes lama Marsono saat dihubungi melalui sambungan Seluler mengatakan Data administrasi sudah diserahkan kepada Sekertaris disaat SK jabatan kepengurusan BUMDes sudah habis sejak 1 tahun lalu,
Lebih lanjut Marsono menjelaskan awal mula berdirinya BUMDES pada tahun 2017 mendapatkan penyerahan anggaran sebesar Rp 50 jt, namun anggaran tersebut sebagian sudah digunakan untuk berbagai kegiatan BUMDes,seperti hal nya pelatihan dan kegiatan lain,ungkapnya.
“Alokasi anggaran kita pinjamkan terhadap warga kita mengadakan penagihan namun ada yang bayar dan ada yang hanya bayar jasanya saja, inisiatif saya dibikin pinjaman baru dan untuk data pinjaman baru sudah diserahkan kepada bendahara selanjutnya untuk diserahkan kepada kepengurusan yang baru pungkasnya
Sekertaris BUMDes lama Evi Noparis yang didampingi Bendahara Acih mengatakan benar data ada pernah diserahkan kepada PJS kepala desa Bantardawa waktu itu di jabat H Jaja Jakaria,Staf Kantor Kecamatan Purwadadi,sempet uang sebesar 19 juta di infestasikan di UPK namun belum genap 1 tahun uang tersebut harus di ambil berdasarkan hasil musyawarah dan uang tersebut akan di alokasikan untuk simpan pinjam,sekarang uang tersebut masih ada di nasabah salah satu aset BUMDes yang ada sekarang ini Infocus,sedangkan yang ada di peminjam dibawah 20 juta sedangkan uang Kas yang ada sekarang ini dibawah Rp 500 ribu,uang pengeluaran yang cukup besar waktu acara ke Ponggok Jogjakarta untuk studio banding menghabiskan anggaran 14 juta,kami Bendahara dan Sekertaris tidak punya rincian pengeluaran tersebut dan pengeluaran selanjutnya untuk pembuatan LPJ dengan Biaya Rp 3 juta, tandasnya.













