Penulis: Drs. H. Sukadi M.I.L
(Praktisi Pendidikan, Kepala SMA Bina Dharma 1 Bandung)
Tanda-tanda krisis ekonomi, krisis moral dan akhlak mulai tampak dalam kehidupan kita. Aksi kejahatan dengan berbagai modus dan sasaran terjadi di mana-mana. Bahkan, terkadang sasarannya adalah orang-orang yang secara sosial mestinya mendapatkan perlindungan ekstra, seperti anak-anak dan wanita.
Salah satu di antara kejahatan yang kini tengah marak ialah jambret Hand Phone (HP) di kalangan pelajar. Dengan modus berpura-pura menanyakan alamat atau menanyakan salah seorang teman belajarnya, mereka mencoba membuat calon korban mengendurkan kewaspadaannya. Jika korban sudah mulai lengah, mereka manjambret HP yang ada di tangan pelajar tersebut dan melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Saat itu, sang pelajar panik dan tak bisa berbuat apa-apa. HP-nya kini dibawa lari penjambret. Jika ada perlawanan terhadap penjambret, sang pelajar dianiaya dengan cara-cara yang tidak manusiawi. Inilah fakta yang tengah terjadi dalam lingkungan kehidupan kita saat ini.
Tingkatkan Kewaspadaan
Kejahatan akan selalu mengintai kita di mana pun dan kapan pun kita berada. Tak peduli siapa pun kita. Oleh sebab itu, kewaspadaan harus selalu dijaga setiap orang. Apalagi para pelajar yang masih minim dengan pengalaman hidup dan strategi menghadapi kejahatan.
Ada beberapa kiat yang perlu dilakukan para pelajar berkenaan dengan pengamanan dan pemanfaatan hand phone (HP) sehingga terjauh dari penjambretan.
Pertama, simpan hand phone di dalam tas dalam stelan “silent”, sehingga tidak mengundang orang yang ada di sekitar kita mengetahui bahwa kita membawa HP. Tutup tas dengan baik dan pastikan aman dari ancaman orang-orang jahat. Lebih baik lagi jika kita menyimpan tas di bagian depan badan kita agar mudah terkontrol. Hal ini dilakukan jika kita hendak menuju ke tujuan tertentu, misalnya dari rumah ke sekolah atau sebailiknya.
Kedua, jangan main HP di jalan jika sedang berada di atas sepeda motor atau sedang berjalan kaki. Banyak kejadian penjambretan terjadi saat kita bermain HP di atas sepeda motor atau sedang berjalan kaki, sebab dalam situasi seperti ini mereka merasa lebih leluasa melakukan aksinya.
Ketiga, hindari main HP di jalan atau tempat terbuka yang sepi dan lengang dari keramaian orang. Di jalan-jalan seperti ini penjambret lebih leluasa mamainkan aksinya. Mereka akan lebih merasa mudah melakukan penjambretan karena jauh dari pengawasan orang. Mereka juga merasa mudah melarikan diri jika sudah berhasil melakukan perbuatannya.
Keempat, jangan mengangkat telpon di jalan raya. Jika akan mengangkat telpon carilah tempat yang aman dari kemungkinan penjambretan. Cari tempat yang agak jauh dari jangkauan jalan raya. Waspadai apabila ada orang tak dikenal membuntuti kita. Usahakan mengangkat telpon di samping teman-teman kita yang kita kenal sehingga mereka bisa membantu menjaga kita dari upaya penjambretan. Atau angkat telpon di tempat yang aman dari kejahatan, misalnya di kalangan banyak orang.
Kelima, tidak memegang HP di tangan atau menyimpan di saku baju bagian luar saat kita sedang berjalan di jalan raya. Hal ini dapat mengundang orang jahat melakukan aksinya. Sebaiknya, kita masukkan HP di dalam saku yang aman dari pandangan orang lain, misalnya saku jaket atau di dalam tas kecil.
Keenam, sembunyikan HP jika ada orang yang menanyakan alamat atau menanyakan hal lainnya. Jangan melayani orang tak dikenal membuka HP kita atau menyuruh kita menelpon nomor tertentu.
Ketujuh, gunakan HP secara bijaksana. Tidak menggunakan HP setiap saat dan setiap keadaan. Bagi para pelajar, sebaiknya HP digunakan saat diperlukan untuk belajar atau untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga.
Jika kita selalu waspada dan bijaksana dalam menggunakan HP, mudah-mudahan tidak ada kejadian lagi penjambretan HP di kalangan pelajar. Kejahatan biasanya muncul karena dua perkara, yaitu ada niat untuk berbuat jahat dan ada kesempatan. Nah, kita sebaiknya selalu berusaha menutup kesempatan atau peluang orang lain berbuat jahat. Caranya, lakukan 7 perkara di atas tadi. In syaa Allah, seperti dikatakan dalam perbahasa “mencegah lebih baik daripada mengobati”, menjaga diri lebih baik daripada menjadi korban penjambretan.
Wanita Ulama Banyumas Ungkapkan Strategi Membangun Generasi Berakhlak Muhammad
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/29/ferdy-sambo-farel-prayoga-masa-kejayaan-kehancuran-dipergilirkan-antara-manusia/
Koran SINAR PAGI Programkan 30 Menit Weekend Bersama Kadisdik Jawa Barat

