Diduga Kuat Anggaran Pemeliharaan Jalan Diwilayah UPT Cileungsi Jadi Ajang Bancakan Oleh Oknum

0

Pewarta : Frans Ganyang

Koran SINAR PAGI, Kab.Bgr, –
“Berdasarkan hasil pantauan KSP, di beberapa ruas jalan yang masuk dalam pengawasan UPT WIL CILEUNGSI Kabupaten Bogor faktanya ditemukan berbagai macam bentuk penyimpangan,
disinyalir berjalanya program dimaksud dampak dari tidak adanya tranparansi bagi pelaksna dalam mengelola anggaran untuk mengcover kegiatan pemeliharaan jalan yang di lakukan secara rutin bahkan menelan anggaran yang sangat fantastis (miliaran rupiah) pertahunya akan tetapi sangat jauh dari azas manfaat alias mubazir.

Meskipun miliaran rupiah anggaran yang sudah digelontorkan tidak menjamin kenyamanan bagai pengguna jalan dalam berkdendara dan terciptanya akses jalan yang layak serta memadai demi mengurangi laka lantas bagi masyarakat secara umum.

Nampaknya potret kelam dalam pusaran pengelolaan anggaran pemeliharan jalan sangat rawan dan rentan akan berbgai macam bentuk penyimpangan di tubuh ” DP-UPR ” selaku leading sector. patut di duga telah menjadi ajang bancakan oleh oknum untuk meraup pundi – pundi rupiah demi kepentingan pribadi semata, Berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan di temukan bekas sentuhan pengerjaan yang baru hitungan minggu (seumur jagung) sudah kembali menganga dan selain membahayakan bagi pengguna jalan juga memicu terjadinya laka – lantas, seain buruknya kwalitas material dalam pelaksanaanya pun asal – asalan dan terkesan dipaksakan.

Selain minimnya pengawasan oleh pejabat terkait dan para pihak yang berkompeten, disinyalir ada pembiaran sehingga terkadang besaran anggaran per ruas tidak sesuai dengan bukti fisik di lapangan tidak terelakkan. Anehnya,
meskipun sudah seringkali kami publish akan tetapi masih saja terulang seakan – akan tanpa ada epek jera, ada apa? apakah memang ada tangan dewa di balik semua ini, sehingga dengan leluasanya lagi – lagi uang negara di hamburkan begitu saja tanpa adanya hasil yang signifikan.

Hingga berita ini kami terbitkan,
satupun dari pejabat yang berkompeten dan pihak pelaksana UPT WIL kecamatan cileungsi masih bungkam dan belum berkhasil dikonfirmasi alias SLOW RESPONSE.