Penutupan Latsar Kementerian Kesehatan RI Golongan II Angkatan IV Provinsi Maluku

0

Pewarta – Roy P

Kota Ambon – Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kemenkes RI Golongan II Angkatan 4 ditutup secara resmi oleh Kepala P2K ASN Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kementrian Kesehatan, dr.Trisa Wahyuni, M.Kes secara virtual, bertempat di Balai Kesehatan Provinsi Maluku, Sabtu (29/10/2022).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bapelkes Provinsi Maluku, Ns.Hadijah Latuconsina,S Kep,. M.Kep, Dirut RS Leimena Ambon, drg. Saraswati, MPH, Rindam Pattimura Ambon, Dede Mulyadi, SKM., M.Kes. CRMP/ Kepala Balai Besar pelatihan Kesehatan Makasar, serta 40 kader Latsar.

Kepala Bapelkes Provinsi Maluku, Ns Hadijah Latuconsina,S.Kep,. M.Kep, mengatakan, untuk diketahui bahwa Bapelkes Provinsi Maluku sudah terakreditasi dengan B.

“Harapan kami, fungsi Bapelkes bisa melahirkan kader – kader kesehatan yang berkompeten, untuk itu semua pelatihan harus terarah sesuai dengan standar akreditasi, sesuai sistem yang telah berlaku yang ada sekarang ini yaitu sistim satu pintu ini,” katanya.

Menurutnya, Bapelkes tidak mungkin maju tanpa ada kritikan masukan dari semua pihak.

“Mudah – mudahan dengan adanya kritik dari bapa/ibu semuanya kedepan Bapelkes lebih baik lagi, dan bisa menunjukkan kompetensi, keahlian,” katanya.

Ia berharap, kerja sama ini bukan berakhir disini, akan tetapi ini awal untuk kita menentukan sikap kedepan sebagai seorang satria, seorang pejuang, dan bangsa yang baik, mencintai bumi Pertiwi Indonesia tercinta ini, pungkasnya

Ditempat Direktur Utama RSUP Dr.Johannes Leimena Ambon, drg Saraswati MPH mengatakan, CPNS Latsar ini bisa mengimplementasikan di tempat kerjanya di RS Leimena Ambon.

“Saya menyambut baik peserta Latsar untuk bergabung dan perjuangan mereka sebenarnya sudah sejak pada saat mengikuti tes seleksi CPN, dan mereka bisa lulus,” katanya.

Dikatakan, ujian yang sesungguhnya ada dilingkup kerja itu, bagaimana mereka bisa beradaptasi dengan teman teman nya dan juga dengan jajaran struktural maupun dengan masyarakat, terutama keluarga pasien,

Sementara menurut Saraswati, penggemblengan ataupun modal yang diterima peserta disini bisa membuat tangguh, dan berkolaborasi dengan baik dengan masyarakat.

Saraswati juga mengatakan, CPNS akan memberikan dampak dan energi positif, sehingga diharapkan bisa menyebarkannya kepada semua pegawai di RS Leimena Ambon.

“Kami baru selesai akreditasi dan sebagian dari mereka ini menjadi tim untuk akreditasi tersebut, mudah – mudahan dengan RS Leimena sudah terakreditasi pelayanan kepada masyarakat juga lebih baik lagi dengan pegawai pegawai atau CPNS yang lebih baik,” ujarnya.

Dia berharap hasil terbaik dari akreditasi, karena, selain untuk pertamakalinya akreditasi, Rumah Sakit Leimina baru beroperasi kurang lebih tiga tahun.

“RS Leimena ini di proyeksi untuk menjadi rumah sakit pendidikan, maka segala kegiatan akan diadakan sendiri pelatihan calon CPNS Kesehatan, tapi tersertifikasi berakreditasi,” tutupnya.