Peristiwa

Rusak Tiga Ruang Vital Sekolah, Pelaku Masuk Rumah Sakit Akibat Luka Sayatan Kaca

adminsigiku.com
×

Rusak Tiga Ruang Vital Sekolah, Pelaku Masuk Rumah Sakit Akibat Luka Sayatan Kaca

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ayi Suherman

Kabupaten Sukabumi – Diduga karena sakit hati teman sekolahnya sering di bully, tiga pelajar SMA di Sukabumi melakukan pengrusakan salah satu SMK yang ada di Palabuhanratu.

Menurut keterangan kepala SMK Al-Fajar, M Sugeng Rustam, kejadian tersebut terjadi jam 18.00 WIB, Minggu (13/11/2022), sekolahnya di serang oleh orang yang tidak dikenal, karena mereka pakai masker dan topeng.

Ada tiga ruangan yang di rusak yakni ruang Lab, ruang CCTV dan pos keamanan, setelah kejadian itu dirinya datang ke sekolah dapat informasi dari warga sekolah kami ada yang merusak,” terangnya. Senin (14/11/2022).

Dari kejadian tersebut beberapa orang guru yang menyatakan, harus mengecek ke rumah sakit, karena banyak darah yang berceceran di sekitar sekolah, maka kami pihak sekolah mengecek ke rumah sakit.

Ternyata benar ketika di cek ke rumah sakit ada pelaku pengrusakan sedang menjalani perawatan karena luka robek di tangan akibat sayatan pecahan kaca yang mereka rusak.

Pihaknya langsung membuat laporan ke pihak kepolisian dan sampai sekarang masih dalam proses oleh pihak kepolisian, untuk melakukan pengembangan.

“untuk pelaku sendiri sudah di amankan olek kepolisian tadi malam juga, jadi pihak sekolah sendiri sudah menyerahkan sepenuhnya ke pihak Polsek,” ujarnya.

Ada lima kaca jendela yang di rusak dipecahkan oleh para pelaku dan itu ruang vital semua. Kalau menurut dia hanya menyerang saja, sifat solidaritas katanya ada temannya yang sering di bully atau di rundung sama anak sekolah Al-Fajar, tetapi itupun tidak dapat dibuktikan karena tidak jelas siapa dan kapan kejadiannya.

Terlebih dirinya mengatakan sudah mengetahui bahwa yang melakukan pengrusakan ini anak sekolah SMA Warungkiara, “ya sudah diakui sama pelaku nya bahwa dia anak SMA Warungkiara kelas dua.

“Kami dari pihak sekolah sudah menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian, dan dari pihak sekolah SMA Warungkiara juga akan melakukan mediasi dengan pihak kita terkait kejadian tadi malam” tandasnya.