OPINI/ArtikelRagam

Toleransi Beragama Wajib Mengetahui Islam Secara Mendalam Dan Menyeluruh

adminsigiku.com
×

Toleransi Beragama Wajib Mengetahui Islam Secara Mendalam Dan Menyeluruh

Sebarkan artikel ini

Oleh : Yuni Irawati (Ibu Rumah Tangga)

Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI. Hasil Survei terhadap pelajar serta guru di Kabupaten Bandung kurang memiliki rasa toleransi terhadap agama lain. Hal ini diakibatkan dalam proses belajar mengajar keagamaan kurang mengajarkan perbedaan agama dan toleran. Ditegaskan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Faraksi Golkar saat menjadi pembicara pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Angkatan lll/ 2022 di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (11/11).

Kegiatan ini bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat. Ace mengatakan, Masalah kerukunan umat beragama saat ini terbagi empat, pertama merasa paling benar, fanatisme berlebihan, polemik dalam pendirian rumah ibadah serta adanya ujaran dan kebencian.
“Untuk mengatasi hal ini agar tidak semakin berkembang moderasi beragama sebagai solusinya,” tegas Ace Hasan, Anggota DPR RI dari Dapil Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Bandung Barat (KBB).

Juga Kabupaten Bandung dengan 31 kecamatan kini memiliki 467 organisasi kemasyarakatan ( ormas ) yang terdaftar. Disamping itu banyak upaya dari daerah sekitar waspada untuk pencegahan radikalisme.

“Semua stakeholder wajib tahu dan punya kewajiban untuk pencegahan terorisme maupun ekstrimisme”, kata Aam dalam sosialisasi Peningkatan Deteksi Dini di Riung Panyaungan Jln. Raya Soreang – Banjaran, Selasa 8 November 2022. Kata Aam, harus punya ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada lapisan masyarakat. Dia mengakui kondisi Kabupaten Bandung tetap dalam kondisi kondusif, namun semua harus waspada.

Seperti diketahui, proyek moderasi beragama saat ini sebenarnya merupakan upaya agar umat Islam menjalankan kehidupan Islam versi barat. “Islam setengah hati dan jangan terlalu dalam mempelajari agama,”. Itulah yang diinginkan dari moderasi beragama.

Alhasil apa-apa yang dibuat dari ajaran barat, umat Islam pun mendukung dan boleh mengadopsinya. Tujuan utama dari proyek ini adalah agar umat Islam tak boleh menjalankan ajaran Islam secara sempurna. Dan pada akhirnya umat Islam tak pernah lagi menegakkan aturan Allah secara menyeluruh.

Istilah Islam moderat sebenarnya tidak ada dalam khazanah Islam baik secara terminologi pemikiran, fikih, maupun konteks politik Islam. Kata moderat atau jalan tengah muncul dari ide Barat yang ingin memisahkan urusan agama dari kehidupan. Setiap individu diperbolehkan memeluk agama namun dalam kehidupan publik aturan yang dipakai tidak boleh atas nama agama. Atau yang kita kenal istilah sekularisme. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan.

Islam moderat berasal dari pemahaman barat, dimana menyamakan Islam dengan agama selain Islam. Ajaran Islam cukup diamalkan hanya sebatas ibadah ritual namun menolak Islam politik. Selanjutnya, pemahaman ini akan disebarkan untuk melemahkan pemahaman kaum Muslim tentang syar’iat Islam secara sempurna.

Sehingga, Barat bisa melanggengkan penjajahan mereka atas negeri-negeri Islam. Umat Islam pun menjadi mudah menerima ajaran Barat yang sekuler dan liberal. Maka, dari sinilah Barat memahamkan toleransi menurut Islam moderat tak lagi sebatas menghargai tapi sudah masuk ke ranah pencampuradukan pengamalan beragama yang diharamkan Islam.

Oleh karena itu, umat Islam seharusnya waspada dengan arus moderasi beragama ini. Jangan sampai umat Islam membiarkan proyek moderasi beragama ini melenggang seenaknya, meracuni pemikiran umat Islam. Sehingga umat Islam tak mengenal bagaimana syar’iat Islam sebenarnya.

Moderasi beragama ini merupakan cara halus untuk memisahkan urusan agama dari kehidupan yang pada akhirnya syari’at Islam tidak diterapkan secara sempurna.

Langkah umat Islam untuk menolak arus moderasi beragama yang sangat berbahaya ini, adalah berupaya mengembalikan kehidupan Islam ke tengah-tengah umat. Berupaya menerapkan aturan-aturan Allah dalam menjalankan kehidupan karena Islam merupakan sebaik-baiknya aturan yang berasal dari Allah.

Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu” (Qs. Al-Baqarah:208).

Dengan penerapan syari’at Islam secara sempurna akan mewujudkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang benar. Seperti apa yang pernah diterapkan Rasulullah.

Rasulullah dalam menerapkan aturan Islam secara keseluruhan kepada semua warga negara tanpa pandang bulu. Baik muslim maupun nonmuslim diberi perlindungan yang sama. Nonmuslim diberi keleluasaan dalam menjalankan ajaran agamanya seperti tata cara ibadah, pernikahan, makanan dan minuman sesuai keyakinannya, serta tidak dipaksa meninggalkan agamanya. Muslim dan nonmuslim pun hidup berdampingan secara damai dan sejahtera dalam naungan sistem Islam.

Wallahu a’lam bishawab